Tim MER-C bersama Kedubes RI Datangi Wilayah Gempa di Aleppo dan Latakia Suriah

Usai menyerahkan bantuan medis untuk korban gempa kepada Menteri Kesehatan Suriah, dr. Ahmad Ghabbash, Selasa/28 Feb 2023, Tim Medis MER-C bersama Kedutaan Besar RI menuju ke 2 wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat gempa di Suriah, yakni Latakia dan Aleppo. Tim melakukan assessment langsung ke lapangan, yaitu ke rumah sakit dan tempat-tempat penampungan sementara warga korban gempa. Hasil assessment akan menjadi bahan pertimbangan untuk pengiriman tim dan bantuan medis lanjutan. Di Latakia, Tim MER-C mendatangi Rumah Sakit Nasional Pemerintah Latakia, yaitu RS Hamzah Alinoval yang menanggani pasien korban gempa dan konflik di Latakia, Suriah.  Dari hasil diskusi dengan Tim Dokter rumah sakit, mereka mengatakan korban luka-luka pasca-gempa sudah dapat tertanggani. Namun mereka masih membutuhkan bantuan peralatan operasi dan alat rontgen portabel untuk dapat dapat melakukan penanganan pasien di lapangan.  Sementara itu, alat-alat operasi dibutuhkan untuk dapat memfungsikan semua ruang operasi yang ada di RS ini. Hal ini dikarenakan dari sembilan ruang operasi, baru empat ruang yang dapat digunakan. Lima ruang operasi lainnya belum dapat beroperasi karena belum ada peralatan.  Dalam kunjungan di Aleppo, Tim MER-C bersama Dubes RI untuk Suriah mengunjungi rumah sakit yang hancur karena gempa dan perang. Selain itu, MER-C juga menyambangi rumah sakit yang digunakan untuk merawat korban gempa.  Kondisi perlengkapan rumah sakit belum cukup memadai. Kepala Dinas Kesehatan Aleppo, Dokter Kiad Al Haj Taha berharap adanya bantuan penunjang kesehatan. Dalam kunjungan ini, Tim MER-C juga bertemu dan berdiskusi dengan Bulan Sabit Merah Suriah (Syrian Arab Red Crescent) untuk membicarakan bantuan jangka panjang. Dukungan dan donasi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339 BSI, 701.565.8918 Mega Syariah, 1000.209.400   Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee   Info lebih lanjut: Call Center MER-C 0811990176

MER-C Serahkan Bantuan Alat Medis dan Obat-obatan untuk Korban Gempa Suriah

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menyerahkan bantuan peralatan medis bedah dan obat-obatan bagi korban bencana gempa bumi di Suriah, Selasa/28 Februari 2023. Bantuan diterima oleh Menteri Kesehatan Suriah Dr. Hassan Ghabbash di kantor Kementerian Kesehatan Suriah di Damaskus. Acara serah terima bantuan turut dihadiri dan disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Republik Arab Suriah, Wajid Fauzi dan Wakil Menteri Kesehatan Suriah, Dr. Ahmad Dmerieh. Bantuan yang diberikan terdiri dari alat-alat operasi bedah tulang, perlengkapan operasi, bahan-bahan medis habis pakai, obat-obatan anastesi dan obat-obatan umum. Ini merupakan bantuan tahap awal dari rakyat Indonesia melalui MER-C. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung sektor kesehatan Suriah dalam menangani masyarakat yang terkena dampak gempa dahsyat beberapa waktu lalu. Menteri Kesehatan Suriah dalam pertemuannya dengan delegasi MER-C Indonesia mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi dokter Indonesia dengan dokter di Suriah untuk menghadapi dampak gempa dan bertukar pengalaman. Usai serah terima bantuan, Tim Medis MER-C bertolak menuju lokasi terdampak bencana gempa di Aleppo dan Latakia yang berjarak sekitar 3 – 5 jam dari Ibukota Damaskus. Tim akan melakukan assessment ke Rumah Sakit dan kamp-kamp pengungsian korban gempa untuk melihat secara langsung realitas dan kebutuhan di lapangan. Hal ini untuk mempertimbangkan pengiriman tim dan bantuan lanjutan. Dukungan dan donasi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400 Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176

Bantu Korban Gempa, Tim Medis MER-C Tiba di Suriah

Usai menunaikan Misi Kemanusiaan ke wilayah terdampak gempa di Turki, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) mengarahkan Tim Medisnya untuk melanjutkan misi kemanusiaan ke Suriah. Hal ini dalam rangka membantu korban bencana gempa bumi dahsyat di negara ini. Tim yang ditugaskan terdiri dari 5 orang relawan, yaitu dr. Wahyu Bimantoro, SpAn, dr. T. Meaty Fransisca, Ita Muswita (perawat bedah), Thoyib Mirad (perawat bedah) dan Desi Fitriani (Jurnalis Metro TV). Mereka bertolak ke Suriah melalui Amman Yordania, setelah mengantongi izin visa dari Kementerian Luar Negeri Republik Arab Suriah. “Berbekal visa, kami berangkat dari Istanbul Turki pada Kamis malam/23 Februari 2023 menuju Amman Yordania. Dari Amman, Jum’at pagi/24 Februari 2023, kami langsung melanjutkan perjalanan darat ke Damaskus, Ibukota Suriah,” ucap dr. Wahyu Bimantoro, SpAn selaku Ketua Tim Medis MER-C untuk Suriah. Jarak dari Amman ke Damaskus sekitar 200 kilometer. Apabila lancar, perjalanan darat dapat ditempuh dalam waktu 2,5 hingga 3 jam. Namun hal ini tergantung dengan antrian pemeriksaan di sejumlah check point yang ada. Jum’at/24 Februari 2023, sekitar pkl 14.30 wib atau pkl 10.30 waktu setempat, Tim MER-C akhirnya mengabarkan sudah melewati perbatasan Yordania dan masuk ke wilayah Suriah. “Syukur Alhamdulillah, dengan izin visa yang ada, kami bisa melalui semua pemeriksaan check point yang cukup ketat sepanjang perbatasan Yordania – Suriah tanpa kendala yang berarti. Saat ini kami sudah masuk wilayah negara Suriah,” lanjut Wahyu. Tim Medis MER-C untuk Suriah rencananya akan bertugas selama satu minggu. Koordinasi dengan berbagai pihak sebelumnya telah dilakukan seperti Kedutaan Besar Suriah di Jakarta, Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Damaskus serta mitra medis lokal untuk menentukan wilayah gempa yang masih membutuhkan bantuan medis. “Mohon doanya agar kami bisa menunaikan amanah ini dengan baik dan misi kemanusiaan ini diberi kelancaran. Kami berharap bisa masuk ke wilayah-wilayah terdampak gempa di Suriah yang masih minim bantuan khususnya bantuan medis. Kami juga akan melakukan assessment untuk kebutuhan pengiriman tim lanjutan atau bantuan lainnya,” tambahnya. Dukungan dan donasi bagi Misi Kemanusiaan MER-C bagi korban gempa bumi di Turki dan Suriah dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176

Bantuan Ambulans dari rakyat Indonesia untuk rakyat Suriah Diserahterimakan

Setelah melalui proses panjang, akhirnya pada hari Rabu/26 Juli 2017, bantuan ambulans yang dibeli dari donasi rakyat Indonesia yang masuk ke rekening MER-C amanah “Ambulance(s) and Medical Aid for Syria” telah diserahterimakan. Terima kasih atas kepercayaan rakyat Indonesia, semoga bantuan ini bermanfaat untuk memberikan bantuan medis bagi rakyat Suriah yang menjadi korban perang. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Duta Besar RI untuk Suriah, Bapak Djoko Harjanto beserta seluruh jajaran staf KBRI Suriah yang telah membantu dan memfasilitasi pembelian bantuan ambulans ini. ———————– DUA AMBULANS DARI RAKYAT INDONESIA UNTUK RAKYAT SURIAH Pada hari Rabu (26/7), KBRI Damaskus telah menyerahkan dua mobil ambulans yang merupakan bantuan kemanusiaan Rakyat Indonesia dari dua organisasi kemanusiaan Indonesia yaitu: Dompet Dhuafa dan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), kepada Syrian Arab Red Crescent (SARC) bertempat di kantor Kementerian Administrasi Lokal Suriah. Serah terima ambulans tersebut dihadiri oleh Deputi Menteri Administrasi Lokal, Ketua Syrian International Rescue Committee (SIRC), para staf KBRI Damaskus dan delegasi dari SARC. Dalam kesempatan serah terima tersebut, Dubes RI Damaskus, Djoko Harjanto menjelaskan bahwa Bantuan Kemanusiaan Indonesia ini sebetulnya sudah dirintis sejak dua tahun yang lalu sebagai wujud solidaritas Rakyat Indonesia kepada Rakyat Suriah yang sedang menghadapi konflik. MER-C sesuai dengan misinya ”Giving Hope to Humanity and Help to People that Need the Most” dan misi Dompet Dhuafa yang juga perduli kepada sesama, dua unit ambulans ini kemudian dikirim dengan harapan segera dapat dimanfaatkan di Suriah dan menjadi catatan amal yang terus mengalir kepada para donaturnya. Dubes Djoko, atas nama Perwakilan Indonesia di Suriah, MER-C, dan Dompet Dhuafa menyampaikan terima kasih kepada Menteri Administrasi Lokal dan Ketua Bulan Sabit Merah Suriah serta pihak terkait lainnya yang telah membantu terselenggaranya acara serah terima Bantuan Kemanusiaan berupa ambulans dari Rakyat Indonesia untuk Rakyat Suriah. Dubes Djoko menyampaikan pula bahwa karena satu dan lain hal, Presidium MER-C, Bapak Ir. Faried Thalib dan Direktur Dompet Dhuafa, drg. Iman Rulyawan tidak dapat hadir di Suriah dan karenanya menyampaikan salam mereka kepada Bulan Sabit Merah Suriah serta semua pihak yang telah berjasa dan mengamanahkan kepada Kedutaan Besar RI di Damaskus untuk mewakili mereka dalam penyerahan Bantuan Kemanusiaan ini. Pada kesempatan yang sama, Menteri Administrasi Lokal Suriah, Hussein Makhlouf, turut menyampaikan terima kasih atas sikap dan dukungan Indonesia selama ini terhadap Suriah, baik dukungan politik di forum internasional, dukungan dalam bidang ekonomi, maupun bantuan kemanusiaan seperti ini. (Sumber: KBRI Damaskus) – https://www.facebook.com/kbri.damaskus?fref=ts

Dari Para Pecinta Musik Metal untuk Suriah

Komunitas pecinta musik metal (metalheads) Indonesia menggelar konser amal “Peduli Damai Anti Perang”. Dengan tema “MetalheadS Respect Solidarity For Syria”, acara konser amal kali ini dikhususkan untuk menggalang bantuan bagi korban perang di Suriah. Acara yang merupakan aksi kemanusiaan dari semua metalheads tanah air digelar pada hari Minggu/30 Oktober 2016 bertempat di Outdoor Gelanggang Olah Raga Bulungan, Jakarta Selatan.   Pecinta music metal yang ingin menonton konser dikenakan harga tiket masuk sebesar Rp 40.000,- per orang. Seluruh hasil penjualan tiket dan merchandise pada saat acara didonasikan untuk korban perang di Suriah.   MER-C menjadi organisasi yang dipercaya untuk menerima dan menyalurkan amanah ini. Pada konser malam itu terkumpul donasi sebesar Rp 54.361.000,- yang kemudian langsung diserahkan oleh panitia konser amal kepada perwakilan MER-C, Ir. Faried Thalib (Presidium MER-C) dan Ir. Idrus M. Alatas (Ketua Divisi Konstruksi MER-C).   Untuk Suriah, MER-C sendiri mempunyai program “Ambulance(s) and Medical Aid for Syria”. Donasi yang diterima dari rekan-rekan pecinta music metal dan dari masyarakat lainnya akan digunakan untuk membeli bantuan ambulans bagi korban perang di Suriah.   Ini bukan pertama kalinya komunitas Pecinta Musik Metal menunjukkan kepeduliannya bagi kemanusiaan melalui MER-C. Sebelumnya, untuk membantu rakyat Palestina yang mengalami blockade dan penyerangan Israel, MetalheadS Respect juga mengadakan konser amal serupa dan berhasil mengumpulkan donasi puluhan juta rupiah. Donasi langsung diserahkan kepada MER-C untuk merampungkan pembangunan dan pengadaan alat kesehatan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina.

Silaturahmi perwakilan Ikatan Alumni Suriah (Al-Syami) ke Kantor MER-C

Ikatan Alumni Suriah (Al-Syami) bersilaturahmi ke kantor MER-C untuk jajaki kerjasama penyaluran bantuan ke Suriah, Rabu/15 Juni 2016. Kedatangan 2 orang perwakilan Dari Al-Syami diterima oleh salah satu Presidium MER-C, dr.Arief Rachman dan beberapa staf serta relawan MER-C.   Silaturahmi ini untuk membahas kerjasama dalam penyaluran bantuan untuk Suriah, mulai dari sharing informasi, relawan Al-Syami di suriah membantu menjadi relawan dan penggalangan dana. Selanjutnya akan diadakan pertemuan lebih lanjut untuk membahas program dan teknis khususnya setelah ada kejelasan izin bagi tim MER-C bisa masuk ke Suriah.    

Al-Syami Jajaki Kerjasama dengan MER-C untuk Penyaluran Bantuan ke Suriah

Jakarta – Rabu/15 Juni 2016, Ikatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia (Al-Syami) bersilaturahmi ke kantor MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat. Tujuan kedatangan Al-Syami yang diwakili oleh dua orang perngurusnya adalah untuk menjajaki kerjasama dengan lembaga MER-C dalam hal penggalangan dan penyaluran bantuan kemanusiaan untuk rakyat Suriah yang telah mengalami krisis kemanusiaan akibat perang berkepanjangan.   Salah satu Pengurus, M. Najih selaku Sekretaris Al-Syami menyampaikan bahwa ada informasi akhir-akhir ini Suriah membuka beberapa wilayahnya untuk bantuan kemanusiaan. “Ini menjadi momentum kita bersama untuk menggalang bantuan untuk rakyat Suriah. Oleh karena itu, kami tertarik untuk menjajaki kerjasama dengan MER-C dalam misi tersebut,” ungkap Najih yang pernah menempuh pendidikan selama 3 tahun di Suriah. Itikad kerjasama ini disambut baik oleh salah satu Presidium MER-C, dr. Arief Rachman yang menerima kunjungan pengurus Al-Syami. Pada kesempatan tersebut, Arief menjelaskan bahwa saat ini MER-C juga tengah berupaya untuk mengirimkan Tim Bedah (Medis) dan bantuan kemanusiaan ke Suriah. Seperti prinsip yang dipegang MER-C selama ini, bahwa penyaluran bantuan haruslah legal dan netral, maka MER-C telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar RI di Damaskus untuk pengurusan perizinan tim. Berdasarkan informasi dari KBRI Damaskus bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah ambulans, maka selain pengiriman Tim Medis, bantuan medis lainnya yang akan diberikan oleh MER-C adalah berupa ambulans. “Izin Tim Medis dan rencana pembelian ambulans sedang dibantu pengurusannya oleh KBRI. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari KBRI,” tambah Arief. Sementara itu, Al-Syami menegaskan bahwa mereka siap mendukung program kemanusiaan untuk rakyat Suriah. Bahkan, anggota mereka siap bergabung dan membantu menjadi relawan bersama Tim MER-C di lapangan. MER-C dan Al-Syami sepakat bahwa perlu diadakan pertemuan lebih lanjut untuk membahas teknis kerjasama dalam program kemanusiaan ini.

Joserizal Jurnalis: Hentikan Perang Suriah

Jakarta, 17 Syaban 1434/26 Juni 2013 (MINA) Aktivis Lembaga Kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dr. Joserizal Jurnalis,Sp.OT. menyerukan hentikan perang di Suriah.  Mereka harus duduk bersama untuk berunding, sehingga tidak menambah jumlah korban dari warga, ujar Joserizal, pada Diskusi Terbuka Kenapa Suriah di Universitas Yarsi Jakarta, Rabu (26/6). Menurutnya, salah satu upayanya adalah dengan mengijinkan lembaga kemanusiaan internasional untuk masuk ke Suriah membantu kedua belah pihak. Lembaga kemanusiaan termasuk MER-C harus diizinkan masuk membantu kedua belah pihak yang bertikai dengan membawa prinsip netralitas dan independen, ujar Presidium MER-C yang bersama groupnya sedang membangun Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza tersebut. Rancangan Zionis Dalam presentasinya, Joserizal mengungkapkan bahwa konflik berdarah yang terjadi di Suriah sudah dirancang oleh Zionis melalui program yang dikenal dengan istilah Novus Ordo Seclorum atau era zaman baru yang sekuler. Melalui program ini, Zionis membuat rancangan rahasia ditujukan kepada negara-negara yang menentang Israel agar menjadi negara kecil dan lemah, sehingga tak berdaya menghadapi kekuatan Zionis. Zionis mengetahui, bahwa Suriah secara fakta dan data membuktikan memang selama ini dikenal sebagai negara yang sering menentang kebijakan Israel, katanya. Suriah juga dikenal sebagai negara yang kuat dalam bidang militer dan intelejen. Hal ini terbukti ketika mereka berperang melawan Israel pada 1967 dan 1973, ungkap aktivis kemanusiaan yang juga pernah terjun langsung di Mindanau Selatan, Kashmir, Pattani, Lebanon dan Darfur. Untuk itu, sebagai bagian dari upaya kemanusiaan meredam konfik Suriah, hendaknya sesama kaum muslimin di belahan dunia lainnya yang mengiktui perkembangan Suriah, dituntut saling menghormati, menghargai dan menjaga ukhuwah Islamiyah. Kalau kita pernah terjun ke medan perang, kita pasti tidak galak sesama umat Islam. Sebab musuh kaum muslimin satu, Zionis. Jangan kita jadi alat permainan mereka, tegas dokter yang aktif dalam dunia kegawatdaruratan sejak 1999 itu. Tampil sebagai pembicara lain, Drs. M.Hamdan Basyar,M.Si (Peneliti LIPI), Jerry D. Gray (Penulis dan Pengamat Politik Internasional), sambutan dr. Sarbini Abdul Murad, serta dipandu Moderator Zulfatan Faizin (Metro TV). (L/P04/P06/P10/P015/R1). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/6230-joserizal-jurnalis-hentikan-perang-konflik-suriah.html

Silahkan bertanya?