Internet Kembali Terputus, MER-C Kehilangan Kontak dengan Relawan di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia kembali kehilangan kontak dengan dua relawan dan staf lokal yang berada di Jalur Gaza selama hampir sepekan. “Kami terakhir kali kontak dengan relawan di Gaza hari Jumat (12/1), kemudian siang sudah tidak ada kabar dan memang ternyata internet di Gaza kembali terputus. Biasanya mereka update penyaluran bantuan untuk warga Gaza dan kondisi terkini di sana, tapi sudah hampir sepekan belum ada kabar lagi,” kata Manajer Operasional MER-C, Rima Manzanaris, Kamis (18/1). Rima meminta rakyat Indonesia untuk mendoakan warga Gaza sekaligus relawan MER-C dan staf lokalnya yang berada di Gaza, semoga dalam keadaan sehat dan aman. Saat ini dua orang Relawan MER-C, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan masih berada di Jalur Gaza. Fikri dan Reza bersama petugas medis, pasien serta ratusan warga Palestina yang berlindung di Rumah Sakit Indonesia terpaksa mengungsi ke Jalur Gaza bagian selatan setelah Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara hancur akibat serangan Israel. Di pengungsian, Relawan MER-C dibantu staf lokal terus menyalurkan bantuan berupa makanan dan lainnya dari masyarakat Indonesia kepada warga Gaza. Selama agresi Israel sejak 7 Oktober lalu, MER-C sudah beberapa kali kehilangan kontak dengan relawan. Sebelumnya, hilang kontak juga pernah terjadi selama 10 hari akibat terputusnya layanan internet. Serangan intens Israel di Gaza tidak hanya menyebabkan kehancuran bangunan-bangunan infrastruktur dan tempat ibadah, tapi juga menghancurkan generator yang menggerakkan divisi utama telekomunikasi sehingga seringkali warga Gaza sulit untuk memberikan informasi.
MER-C Tambah Jumlah Bantuan Makanan untuk Warga Gaza Jadi 5.800 Porsi

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menambah jumlah bantuan makanan untuk warga Palestina yang mengungsi di Khan Younis, Gaza Selatan, di mana sebelumnya hanya 1.800 kini menjadi 5.800 porsi. Bantuan makanan disalurkan langsung oleh relawan MER-C yang saat ini masih berada di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan dibantu relawan lokal. “Alhamdulillah sejak hari Ahad, 7 Januari 2024 kita membuat makanan siap saji untuk 5.800 porsi. Biasanya kami hanya membagikan makanan di dua sekolahan tempat pengungsian untuk 1.800 orang. Sekarang kami juga membagikan makanan ke satu sekolahan lainya yang menampung 4000 pengungsi. Jadi total makanan yang dibagikan 5.800 porsi,” kata Reza. “Hari ini Alhamdulillah kami memasak cukup banyak, ada 13 panci besar menu kacang adas untuk dibagikan kepada warga Gaza,” ujarnya. Fikri menambahkan, saat ini jumlah pengungsi dan korban luka-luka di sekolah-sekolah dekat rumah sakit Eropa di Gaza Selatan terus bertambah, karena serangan Israel masih berlangsung di seluruh Jalur Gaza.Hari Senin (08/01/2024) pukul 18:21 waktu setempat atau 23:21 WIB, serangan Israel kembali terjadi tepat di depan sekolah tempat relawan MER-C mengungsi. “Kami mohon doa dari temen-temen semua semoga kami tim relawan MER-C di Gaza selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam menyampaikan amanah-amanah dari teman-teman semua. Tentunya kami juga mohon doa agar kami selalu dalam lindungan Allah subhanahu wata ala” ucap Fikri.
Tiba di Wilayah Gempa Turki, Tim MER-C Berikan Bantuan

Tim Relawan MER-C (Medical Emergency Resceue Committee) akhirnya tiba di wilayah terdampak gempa di Turki bagian Selatan, diantaranya Adana, Kahramanmaras, dan Hatay. Tampak bangunan di kota-kota tersebut yang sebagian besar berbentuk bangunan bertingkat dan tempat tinggal warga berbentuk apartemen mengalami kehancuran dan kerusakan parah pasca diguncang gempa berkekuatan magnitude 7,8 dan 7,5 pada 6 Februari 2023 lalu. Kamp-kamp pengungsian berupa tenda-tenda yang dibangun pemerintah menjadi tempat berlindung para warga penyintas gempa yang kehilangan tempat tinggal. Mereka tinggal bersama sanak keluarga yang masih tersisa. Selain menyapa warga di kamp-kamp pengungsian. Ketua Tim Bedah MER-C untuk Turki, dr. Risa Dumastoro, SpOT mengatakan Timnya bisa mulai masuk ke lokasi terdampak gempa pada hari Kamis/16 Februari 2023, dengan bantuan dan koordinasi dari Lembaga kemanusiaan serta Lembaga medis local. Namun karena izin yang ketat, Tim tidak dapat mengunjungi RS. “Berdasarkan informasi dari rekan sejawat dan NGO local, korban gempa di sini sebagian besar yang terluka atau memerlukan tindakan operasi langsung dibawa ke RS-RS di daerah sekitar yang tidak terkena bencana. Mereka dibawa ke RS-RS yang masih bisa beroperasi. Sedangkan para pengungsi atau para korban ringan biasanya langsung ditempatkan di tenda-tenda pengungsian,” ujar Risa. Lebih lanjut Risa memaparkan bahwa di kamp-kamp pengungsian yang Tim datangi, mereka tidak menemukan warga atau korban-korban yang memerlukan perawatan luka atau penanganan medis khusus. “Alhamdulillah, saat kami berkunjung tidak ada warga yang memerlukan pelayanan medis,” lanjut Risa. Tim berada di lokasi terdampak gempa di Turki bagian Selatan hingga hari Minggu/19 Februari 2023. Sementara itu, jumlah korban akibat gempa di Turki dan Suriah masih terus bertambah. Sampai hari ini, jumlah korban meninggal sudah mencapai lebih dari 46 ribu. Jumlah korban meninggal diperkirakan massih terus bertambah seiring 345 ribu apartemen di Turki yang telah hancur dan masih banyak warga yang dikabarkan hilang.
Tim Bedah MER-C Bertolak ke Turkiye

Minggu/12 Februari 2023, Tim Bedah MER-C yang beranggotakan 7 orang bertolak ke Turkiye untuk menunaikan tugas kemanusiaan, pasca gempa dahsyat mengguncang bagian Tenggara negara tersebut yang berdasarkan data sementara telah mengakibatkan sedikitnya 30,000 orang meninggal dunia dan puluhan ribu lainnya luka-luka. Tim Bedah MER-C terdiri dari 2 Dokter Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatologi (dr. Risa Dumastoro, SpOT dan dr. M. Nurul Qomaruzzaman, SpOT), 1 dokter Spesialis Anastesi (dr. Wahyu Bimantoro, SpAn), 1 Dokter Umum (dr. Meaty Fransisca), 2 perawat bedah (Ita Muswita dan Thoyib Mirad), serta Desi Fitriani. Berangkat pada Minggu malam dari bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng, keberangkatan Tim turut dilepas jajaran Presidium MER-C dan sejumlah relawan. Dr. Risa Dumastoro, SpOT selaku Ketua Tim Bedah MER-C mengatakan bahwa tim yang dipimpinnya dijadwalkan akan bertugas selama kurang lebih 2 pekan. “Tim awal ini akan bertugas selama 2 pekan. Dari Istanbul kami akan menuju lokasi terdampak gempa, kemungkinan Kahramanmaras, salah satu wilayah gempa yang cukup parah. Target wilayah lainnya, akan sangat tergantung dari hasil koordinasi dan situasi di lapangan,” ucapnya. Untuk menunjang kerja di lapangan, Tim juga telah dilengkapi dengan alat-alat operasi serta sejumlah obat-obatan yang diperlukan untuk melakukan tindakan bedah dan pengobatan.“Kami membawa sejumlah peralatan operasi yang sudah steril siap pakai, serta obat-obatan untuk menunjang tugas Tim di lapangan. Kami siap berkolaborasi dengan tenaga medis setempat di RS yang ditunjuk. Semoga keahlian yang kami miliki bisa bermanfaat maksimal untuk membantu saudara-saudara kita di Turki yang menjadi korban,” ujarnya. Sementara itu Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, mengatakan bahwa selain Turki, bencana gempa yang juga dirasakan di Suriah dan menyebabkan ribuan korban jiwa serta luka, turut menjadi perhatian Tim MER-C. “Setelah Turki, Suriah turut menjadi perhatian kami. Kami upayakan untuk mengirimkan segera Tim Bedah ke Suriah. Sebelumnya kami telah menyambangi Kedutaan Besar Suriah di Jakarta untuk menyampaikan bela sungkawa dan berkoordinasi dengan perwakilan negara tersebut,” ungkap Sarbini. Dukungan dan donasi bagi Misi Kemanusiaan MER-C bagi korban gempa bumi di Turki dan Suriah dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400 Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176
Turki Diguncang Gempa Dahsyat, MER-C Siapkan Tim Bedah untuk Bantu Para Korban

Siaran Pers Senin/6 Februari 2023, bencana gempa bumi dahsyat dengan magnitudo 7,8 melanda Turki bagian selatan, bahkan gempa juga dirasakan hingga ke Suriah dan Lebanon. Gempa terjadi sekitar pukul 4 dini hari waktu setempat dimana sebagian besar orang masih terlelap, sehingga banyak yang tidak dapat menyelamatkan diri. Hal ini mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Data sementara menyebutkan bahwa sampai dengan Rabu/8 Februari 2023 jumlah korban tewas akibat gempa telah mencapai angka 7.926 orang, dimana sebanyak 5.894 korban tewas di Turki dan sisanya sebanyak 2.032 korban tewas di Suriah. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring masih banyaknya warga yang tertimbun reruntuhan bangunan, menunggu proses evakuasi dan pertolongan. Besarnya kekuatan gempa dan dampak kerusakan yang ditimbulkan menjadikan bencana ini sebagai bencana terbesar dalam satu abad terakhir yang melanda Turki, setelah gempa bumi Erzincan pada tahun 1939 yang diperkirakan menewaskan 33,000 orang. MER-C mengucapkan duka cita yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Turki, khususnya para korban gempa dan keluarganya. Semoga korban tewas mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan korban luka-luka bisa segera pulih kembali. Semoga korban-korban lainnya bisa segera ditemukan dan kanmendapat pertolongan. Kami berdoa yang terbaik bagi negara Turki agar dapat segera bangkit dari tragedi kemanusiaan ini. Merespon bencana dahsyat tersebut dan dalam rangka memfasilitasi aspirasi masyarakat Indonesia melalui MER-C, maka sebagai lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam, MER-C akan mengirimkan relawannya yang merupakan Tim Bedah ke Turki. Tim akan terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi, Dokter Anastesi, Dokter Umum, Perawat Bedah dan Perawat. Di tengah cuaca dingin yang ekstrim di Turki saat ini, penyakit akut dan kronik non-bedah juga akan sangat mungkin cepat meningkat dan berpotensi fatal bagi kelompok rentan (anak, ibu hamil dan lansia). Untuk itu, MER-C akan melengkapi timnya dengan spesialis non-bedah seperti Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dokter Spesialis Anak untuk mem-back-up dokter umum dalam menangani kasus-kasus tersebut. Tim awal MER-C ditargetkan berangkat dalam waktu secepatnya, tentative pada hari Sabtu ini/11 Februari 2023 ke lokasi bencana untuk turut memberikan bantuan bagi para korban. Koordinasi dengan berbagai pihak baik di Indonesia maupun di negara tujuan tengah dilakukan untuk dapat menyalurkan amanah serta aspirasi masyarakat Indonesia bagi korban bencana gempa di Turki. Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Bencana Gempa Turki: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 8 Februari 2023 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua Presidium MER-C Indonesia
MER-C Adakan Pelatihan Pijat Jantung Saja bagi Komunitas Bulu Tangkis Candra Wijaya

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberikan pelatihan Pijat Jantung Saja (PJS) bagi komunitas olah raga binaan legenda bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya, Rabu/16 November 2022. Pelatihan bertempat di Hall DYSCWIBC (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya International Badminton Center) di Tangerang, Banten. Sebanyak 16 Relawan Medis MER-C yang berpengalaman terdiri dari dokter spesialis, dokter umum dan perawat diturunkan untuk memberikan pelatihan kepada para pembina, pelatih, atlet, staf dan anak-anak didik yang tengah berlatih di Candra Wijaya International Badminton Center. PJS adalah pelatihan pertolongan pertama untuk menangani kasus henti jantung dan serangan jantung. Komunitas olah raga menjadi salah satu kelompok masyarakat awam yang penting untuk memiliki pengetahuan tersebut. Hal ini disebabkan banyaknya kasus henti jantung atau serangan jantung yang terjadi ketika berolah raga dan seringkali berakhir dengan kematian karena tidak ada orang di sekitar yang memahami cara menolongnya. Salah satu kasus yang masih hangat dalam ingatan kita adalah meninggalnya salah satu pebulutangkis terbaik tanah air, Markis Kido, ketika sedang bermain pada Juni 2021 silam. Belajar dari kejadian tersebut, DYSCW menggandeng MER-C untuk memberikan pelatihan PJS bagi anggotanya. Dengan pelatihan ini diharapkan anggota DYSCW dapat memiliki pengetahuan dan keahlian dalam memberikan pertolongan pertama ketika hal serupa terjadi di sekitar mereka. Candra Wijaya, seorang pelatih dan atlet senior bulutangkis Indonesia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim MER-C yang telah berbagi ilmu dan keahliannya. “Terima kasih atas waktu, kesempatan dan juga kolaborasi dari dokter-dokter MER-C, semua yang hadir di sini luar biasa. Saya sangat apresiasi. Terima kasih atas dukungan, bantuan dan perhatiannya,” ucap Candra. “Kami sebagai praktisi, pembina, kebetulan memilik GOR, sehingga staf pelatih dan anak-anak kami tersosialisasi,” lanjutnya. Menurutnya pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mengedukasi dan menambah ilmu serta pengalaman mereka. “Di lapangan kami merasakan perlu lebih jauh untuk bisa mengetahui hal-hal penanganan pertama dalam penanggulangan gawat darurat di olah raga atau bagi kita yang sering berolah raga,” tambah Candra. Mengingat pentingnya pengetahuan PJS untuk dimiliki oleh masyarakat awam, maka dalam waktu dekat MER-C akan membuat “Citizen CPR” dengan mengadakan roadshow pelatihan PJS di Monas, komunitas-komunitas, “PJS Go To School”, dsb, karena “Semua Bisa Menolong!”
Catatan Dokter Ben : Semangat Hari Pahlawan

10 November terkenal dengan Hari Pahlawan, dimana Arek-Arek Suroboyo dengan persenjataan rampasan Jepang dan bambu runcing dengan gagah berani tanpa rasa takut menantang dan melawan pasukan Ingggris. Inggris ketika itu pemenang Perang Dunia II. Meski melawan pemenang perang bukanlah alasan pejuang Arek Suroboyo ciut nyali. Dari corong radio, Bung Tomo menggemakan teriakan takbir Hanya Allah Yang Maha Besar, selain itu kecil. Ditambah maklumat jihad para ulama yang diserukan oleh Kiai Hasyim Asy’ari jadi menambah semangat para pejuang membela kemedekaan Republik Indonesia yang baru seumur jagung. Bagi kita generasi penerus dan pelanjut perjuangan para pejuang, kita harus merawat dan mengisi kemerdekaan ini. Janganlah kita sia-siakan darah, nyawa dan segenap penderitaan mereka dalam berjuang membela kemerdekaan. Bangsa ini terkenal dengan kekayaannya, terkenal dengan keindahannya, terkenal dengan keramahan penduduknya, serta keragaman suku bangsa dengan ratusan bahasa daerah. Dunia menghormati dan kagum kepada kita dengan keberagaman yang begitu dahsyat tapi bangsa ini tetap kuat dan solid tidak terpecah-pecah. Bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu. Dari Sabang sampai Merauke, anak bangsa ini menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Kita patut bangga dan bersyukur atas hal ini. Coba lihat tetangga kita Malaysia, sampai dengan saat ini masalah bahasa saja belum final atau India misalnya tentang bahasa saja belum tuntas. Kita berterima kasih kepada pahlawan yang telah membebaskan bangsa ini dari penjajah. Merdeka bukan saja dari fisik kita namun juga musti merdeka dalam hal ekonomi dan politik. Kita tidak mau ada pihak-pihak yang menekan dan mengontrol kita dalam menentukan arah masa depan kita. Dan kepada relawan MER-C yang selama ini telah menunjukkan dedikasi serta pengabdian yang tulus tanpa pamrih dalam membantu dan menolong korban tanpa melihat agama dan status sosial, artinya relawan MER-C telah mewariskan semangat para pahlawan. Jakarta, 10 November 2022 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua Presidium MER-C
MER-C Gelar Pelatihan Simulasi Bencana

Jakarta, MINA – Lembaga kegawatdaruratan medis, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menggelar pelatihan simulasi bencana, pada Sabtu-Ahad, (24-25/9), di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Dalam pelatihan ini, 30 peserta yang mengikuti pelatihan mendapat materi triase, manajemen logistik, Basic Life Support (BLS), penanganan korban cedera, pendarahan, patah tulang, serta cara pembidalan, evakuasi dan transportasi, overview disaster management, dan manajement posko. Selain itu, digelar juga bincang bersama Presidium MER-C mengenai jihad profesi, dan pengenalan water rescue bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS). Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad, dalam kesempatan itu mengatakan, banyak hal besar yang telah dilakukan bersama MER-C, seperti di luar kendali atau tidak mungkin tapi akhirnya bisa dilakukan karena kebesaran Allah. “Banyak aktifitas besar itu terjadi bukan karena kehebatan kita. Tapi kita bisa melakukan aktivitas besar yang akal kita tidak sampai tapi kita bisa melakukan itu, ada keajaiban yang terjadi dan itu di luar kendali kita. Hal yang sulit menjadi mudah karena kuasa Allah,” ujarnya. “Menunaikan amanah yang menjadi keberkahan untuk apa yang kita lakukan. Tugas kita adalah memberi yang terbaik untuk umat, untuk bangsa,” kata Sarbini. Anggota Presidium Ir. Faried Thalib yang juga turut hadir menceritakan bagaimana perjuangan MER-C membangun beberapa Rumah Sakit Indonesia di daerah konflik, di Gaza, Palestina dan Rakhine State, Myanmar. MER-C telah melaksanakan lebih dari 300 misi kemanusiaan bencana alam, perang dan konflik, baik dalam negeri maupun luar negeri Sementara keanggotaan MER-C disebut relawan yang mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi. Sumber : https://minanews.net/mer-c-gelar-pelatihan-simulasi-bencana-2022
Futsal Fun Match MER-C vs AWG

Futsal Fun Match #NoSportForApartheid MER-C vs AWG Dalam rangka terus menyuarakan penolakan terhadap keikutsertaan Timnas Israel pada gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun depan, AWG dan MER-C selenggarakan Futsal Fun Match #NoSport4Apartheid. Kegiatan dilaksanakan pada: Hari/tgl: Jumat, 16 September 2022 Pukul: 15.00-17.00 Tempat: Futsal Cilandak Sport Center (Citos). Ayo hadir dan meriahkan…. TOLAK TIMNAS ISRAEL KE INDONESIA CP 1. Panji Ahmad +62852-8001-9196 2. Imam Pora +62896-0648-4060
Silaturahmi MER-C ke Ponpes Al Mukmin Ngruki

Perwakilan MER-C dari Jakarta dan Yogyakarta melakukan silaturahmi ke Solo dalam rangka menghadiri undangan “Setengah Abad Khidmat Pondok Ngruki Untuk Negeri”, Minggu/21 Agustus 2022, Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pendiri Pesantren Ngruki Ustadz Abu Bakar Baasyir, Pimpinan Pondok Pesantren Gontor KH. Abdullah Sahal, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Prof. Muhadjir Effendy, Perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Perwakilan Bupati Sukoharjo, dan Alumni Pesantren dari berbagai daerah. Koordinator Tim MER-C, dr. Meaty menyampaikan, MER-C merasa bersyukur dan terhormat atas undangan ini dan berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi dan memperluas program advokasi MER-C terhadap kemanusiaan di bidang gawat darurat dan bencana ke berbagai kelompok masyarakat. Atas permintaan pihak keluarga dan juga melalui Tim Pengacara Muslim (TPM), sejak pertama kali ditahan pada tahun 2002 dengan berbagai tuduhan hingga saat terakhir bebas murni pada Januari 2021 lalu, MER-C secara konsisten melakukan pendampingan kesehatan terhadap Ust Abu Bakar Baasyir dan keluarga. Hal ini dikarenakan stigma radikal yang disematkan karena sikap beliau yang mendorong penegakan syariat Islam. Stigma ini menimbulkan permasalahan kemanusiaan karena banyak kelompok masyarakat yang kehidupannya diabaikan dan rentan.