Misi Kemanusiaan MER-C Wanadri Fokuskan Barat Kathmandu

 Kepala RS Kanthipur sedang memberikan arahan kepada tim MER-C WANADRI.(Foto: Widi/MINA) Kathmandu, 22 Rajab 1435/11 Mei 2015 (MINA) – Lembaga kemanusiaan untuk medis dan kegawatdaruratan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bersama dengan organisasi penjelajah gunung dan rimba WANADRI, akan melanjutkan misi medis ke Desa Capakot, Distrik Pokhara, barat ibukota Kathmandu. “Hari ini, kita sudah mendapat rekomendasi dari Kepala RS Kanthipur, dr. Buddhi Man Shrestha untuk melanjutkan misi kita ke Desa Capakot. Semoga misi kita berhasil,” kata Ketua Tim Saleh Soedrajat kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Kathmandu, Senin (11/5). Desa Capakot terletak di sebelah barat kota Kathmandu. Desa tersebut berjarak 60 km dari desa wisata Pokhara, atau tujuh jam perjalanan darat dari Kathmandu dengan mengggunakan mobil pribadi. Tim MER-C  dan WANADRI terdiri atas sembilan orang dengan satu dokter umum, dr Ratih Citra Sari, dokter spesialis Hadiki Habib, Sp. PD, dua perawat, Rita Tambunan dan Islamiyah Samaun, empat tim rescue, Saleh Soedrajat (ketua tim), Adriansyah Purwasunu, Rohmat Sopian dan Dadang Muhammad serta tim media dan dokumentasi, Widi Kusnadi (MINA). Sementara itu, dr. Buddhi Man menegaskan, kabar rencana datangnya tim medis dari Indonesia yang akan melakukan misi kemanusiaan di Capakot dan Pokhara serta sekitarnya, telah disiarkan melalui radio kepada pihak berwenang di dua daerah itu. Buddhi Man menyediakan fasilitas mobil dinas rumah sakit beserta tim pemandunya untuk mengantar dan menemani tim MER-C WANADRI sampai ke tempat tujuan hingga misi selesai. Dari penuturan Buddhi Man yang merupakan putra daerah Capakot, menyatakan, warga desa kelahirannya itu sampai saat ini masih mengalami trauma akibat gempa pekan lalu. “Ada delapan warga desa yang meninggal dan 255 rumah rusak berat akibat gempa. Warga desa mengirimkan surat permohonan agar ada tim medis yang masuk ke sana,” kata Buddhi Man. Sebelumnya, Kamis (7/5) lalu, MER-C WANADRI  berhasil menjangkau dua desa di puncak pegunungan Ganesh, Kaurani dan Lapgaun di Distrik Halembu, wilayah Sindupalcowk untuk memberikan pengobatan medis. “Warga sangat antusias menyambut kedatangan tim medis kita. Untuk desa Kaurani jumlah pasien mencapai 170 orang, sedangkan di Lapgaun mencapai 120 orang,” kata dr Ratih Citra Sari, salah satu relawan yang mengikuti misi medis MER-C Wanadri itu. Sementara itu, pemandu tim MER-C dan WANADRI yang juga warga asli Kaurani, Ramba Ba mengatakan, warga desa sangat senang dengan kehadiran tim medis Indonesia itu. Bahkan salah seorang warga menyembelih seekor kambing saat malam pertama kedatangan tim. Desa Kaurani merupakan sebuah desa di Sindhupalcowk, tujuh jam perjalanan darat arah barat laut dari ibukota Kathmandu. Sementara desa Lapgaun ditempuh selama satu jam perjalanan darat dari Kaurani. Dari pantauan MINA yang ikut terjun langsung ke lapangan, hampir 100 persen rumah warga hancur total. Warga pegunungan Ganesh itu kini tinggal dengan tenda sederhana terbuat dari dahan-dahan dan daun. (L/R03/R05-P2) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/kemanusiaan-merc-wanadri-untuk-nepal-fokuskan-barat-kathmandu/                

Warga Korban Gempa Nepal Antusias Datangi Posko Pengobatan MER-C WANADRI

Tiba di distrik Sindhupalcowk pada Kamis (7/5) sore, Jum’at (8/5) paginya Tim MER-C dan WANADRI langsung menggelar posko pengobatan bagi warga korban gempa.   Pada hari pertama, posko pengobatan diadakan di wilayah Keurini. Keurini berada di ketinggian 1.800 mdpl. Gempa dahsyat yang menerjang Nepal membuat sembilan puluh persen bangunan di wilayah ini hancur. Kegiatan pengobatan pun diadakan di sebuah bangunan sekolah yang sebagian bangunannya sudah hancur karena gempa.   Warga Keurini sangat antusias mendatangi posko pengobatan yang diadakan Tim MER-C dan WANADRI. Sejak posko dibuka, warga sudah terlihat antri untuk mendapat pengobatan bagi penyakit dan luka-luka yang mereka derita akibat terkena atau tertimpa reruntuhan bangunan. Banyak tindakan medis yang dilakukan Tim pada hari ini. Jumlah pasien tercatat mencapai 140 orang dengan kasus terbanyak adalah Neglected Lacerated Wound, Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), dan diare infeksi.   Selama berada di Keurini, gempa susulan kerap terasa. Setidaknya ada tiga kali gempa susulan yang terjadi seperti yang dilaporkan Islamiyah Samaun, salah satu relawan dalam Tim ini, “Gempa susulan terus-terusan terjadi. Hari ini saja sudah tiga kali. Malam besar sekali, pagi tidak terlalu besar, dan siang kembali besar sekali.”   Tim MER-C WANADRI berencana menetap satu hari di Keurini dan akan menginap dalam tenda yang telah dibangun di tanah lapang depan bangunan sekolah tempat posko pengobatan. Besok Tim akan bergerak pindah ke daerah lain di Sindhupalcowk yang belum tersentuh bantuan medis.   “Besok kami akan pindah lagi ke daerah lain yang lebih tinggi, kira-kira di ketinggian 2.000 mdpl,” tutur Islamiyah, anggota Tim yang bertugas di bagian logistik medis.   “Mohon doakan kami semoga selalu diberi kemudahaan dan kesehataan semuanya untuk membantu warga korban gempa di sini,” tambahnya.          

Tim MER-C WANADRI Bergerak ke Wilayah Gempa Terparah Lainnya di Nepal

Setelah Dhunche yang telah ditangani medisnya oleh militer setempat, Kamis (7/5), Tim MER-C WANADRI yang terdiri dari sembilan orang relawan bergerak ke wilayah gempa terparah lainnya di Nepal, yaitu Sindhupalcowk. Tim mulai bergerak ke Sindhupalcowk sejak Kamis pagi dengan membawa bantuan obat-obatan, alat medis dan juga tenda besar untuk pengobatan. Sindhupalchok adalah kota yang terletak di barat laut Kathmandu. Untuk mencapainya dibutuhkan waktu enam jam perjalanan darat (mobil) dari Kathmandu, dan untuk mencapai desa-desa di wilayah ini diperlukan waktu tempuh tiga jam lagi perjalanan mobil dari Sindhupalcowk.   Wilayah Sindhupalcowk menjadi tujuan Tim MER-C WANADRI berikutnya dalam misi kemanusiaan ini atas hasil koordinasi dan negosiasi tim dengan Kepala Rumah Sakit Kantipur di Kathmandu. Info dari Kepala RS Kantipur, dr. Budhiman, distrik Sindhupalcowk merupakan salah satu wilayah korban gempa terparah. Dokter asli Nepal ini mengarahkan tim MER-C WANADRI untuk menuju desa Helembu, salah satu desa di wilayah Sindhupalcowk. Di desa inilah tim akan dapat melakukan aktifitas medis dan menjangkau desa-desa sekitar, meliputi; Gumba vos, Golche vos, Parangtang, desa-desa di distrik Sindupalcowk yang belum tersentuh bantuan medis.   Untuk mempermudah kegiatan tim di lapangan nanti, Kepala RS Kanthipur telah mengeluarkan izin tertulis bagi tim MER-C WANADRI melakukan aktifitas medis di Sindhupalcowk. Satu orang lokal sebagai guide juga disiapkan untuk mendampingi dan membantu tim berkomunikasi dengan warga setempat.        

Tim MER-C WANADRI Tiba di Sindhupalcowk

Jum’at (8/5), seorang anggota tim MER-C WANADRI untuk Nepal, Dadang Mokhamad Rizal mengabarkan bahwa tim telah tiba Sindhupalcowk pada hari Kamis pukul 5 sore. Namun informasi ini baru diterima MER-C Pusat Jakarta pada hari Jum’at pagi tadi dikarenakan sulitnya sinyal di wilayah tersebut. “Kita tim sudah sampai Sindhupalcowk kemarin sekitar jam 17.00, camp kita tidak bersignal untuk dapat singnal harus berjalan sejauh 1 km naik ke atas bukit,” info Dadang dalam pesan singkatnya.   Rencananya, tim MER-C WANADRI yang terdiri dari Sembilan orang relawan medis dan rescue akan melakukan aktifitas medis di Sindhupalcowk dan sekitarnya selama tujuh hari ke depan hingga tanggal 14 Mei 2015. Tanggal 15 Mei 2015, Tim direncanakan kembali ke Kathmandu karena izin aktifitas untuk pelayanan medisnya ini efektif selama tujuh hari.        

Tim I MER-C WANADRI Bergerak ke Lokasi Gempa Terparah di Nepal

Hari ini, Selasa (5/5) pukul 10.00 waktu setempat, Tim MER-C WANADRI mulai bergerak ke lokasi gempa terparah di Nepal. Untuk efektifitas kerja, tim dibagi menjadi dua. Tim pertama yang terdiri dari 5 relawan, yaitu 1 dokter spesialis, 1 perawat bedah, 1 logistik, 1 rescue dan 1 pendata, hari ini bergerak ke wilayah Lalitpur yang berjarak sekitar 1,5 jam dari kota Kathmandu. Mereka akan melakukan assessment dan pelayanan medis bagi para korban gempa di wilayah ini.   Sementara Tim kedua yang terdiri dari 4 relawan, yaitu 1 dokter umum dan 3 rescue bergerak menuju Dhunche yang terletak di sebelah utara Kathmandu. Dhunche merupakan wilayah terparah akibat gempa dengan jumlah korban lebih dari 3.000 jiwa. Dhunche terletak di Distrik Rasuwa, Zona Bagmati, Nepal. Kota ini berjarak sekitar 90 km dari Kathmandu yang biasanya ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam perjalanan darat .   Dhunche dipilih sebagai salah satu wilayah kerja Tim MER-C WANADRI karena berdasarkan informasi yang diterima Tim, di wilayah ini terdapat empat desa yang hancur total akibat gempa, yaitu Ramche, Gerang, Thade dan Bokehunda yang berjarak sekitar 10 km sebelum Dhunche. Desa terparah terkena dampak gempa adalah desa Ramche dan di desa ini belum terdapat listrik. Bahkan sampai saat ini dikabarkan belum ada bantuan medis yang masuk ke desa-desa tersebut. Di Dhunche juga terdapat Rumah Sakit Tentara dan Sarana Kesehatan milik Pemerintah, namun belum beroperasi karena tidak adanya tenaga medis dan obat-obatan.    Selain itu, letak Dhunche berdekatan dengan Lantang, kota yang terkubur oleh reruntuhan gunung Everest akibat gempa dahsyat pada Sabtu (25/4) lalu. Untuk itu, selama 2 – 3 hari ke depan, Tim MER-C WANADRI akan melakukan mobile clinic (pelayanan medis keliling) dan juga assessment untuk mempelajari apakah di wilayah ini memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi bedah bagi para korban gempa sekaligus mengidentifikasi korban-korban yang ada. Informasi ini sangat penting untuk mempersiapkan kedatangan Tim berikutnya yang akan terdiri dari para Ahli Bedah.   Bantuan untuk korban bencana gempa bumi di Nepal dapat disalurkan melalui: BNI Syariah, No. Rek. 08.111.92995 BCA, No. Rek. 686.028.0009 An. Medical Emergency Rescue Committee                

Tim Pertama MER-C WANADRI Tiba di Nepal

Sembilan orang relawan yang tergabung dalam Tim Pertama MER-C dan WANADRI telah tiba dengan selamat di Kathmandu (Nepal), Senin (4/5) siang waktu setempat. Sempat mengalami dua kali transit, yaitu di Kuala Lumpur (Malaysia) dan Dhaka (Bangladesh), Tim akhirnya bisa mendarat di Kathmandu, Ibukota Nepal. Dari Bandara, Tim langsung bertemu dengan Duta Besar RI untuk Bangladesh dan Nepal, Iwan Wiranataatmadja guna mendapatkan informasi terkini mengenai pemetaan medan dan penyaluran bantuan. “Alhamdulillah Tim sudah sampai di Kathmandu. Dijemput oleh Konjen RI. Dari Bandara kami bertemu dengan Dubes RI untuk Bangladesh dan Nepal. Alhamdulillah sudah banyak info yang kami terima untuk penyusunan rencana kerja Tim besok,” ungkap Saleh Sudradjat, Ketua Tim Pertama MER-C dan WANADRI via pesan singkat yang diterima pada hari Senin (4/5) pkl 15.44 wib. Pada hari yang sama, Tim juga melakukan koordinasi dengan BNPB (Badan Nasional Penaggunglangan Bencana) yang sudah berada di Nepal mengenai daerah mana saja yang mampu terjangkau dan memungkinkan Tim Medis MER-C bekerja dengan efektif di lokasi. Tim Pertama MER-C dan WANADRI bertolak ke Nepal pada hari Senin (4/5) pukul 04.40 pagi. Tim yang terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, perawat bedah, logistik, SAR dan dokumentasi ini mempunyai target kegiatan untuk melakukan assessment Rumah Sakit yang masih bisa digunakan untuk operasi dan identifikasi korban gempa yang memerlukan tindakan operasi. Halini dalam rangka mempersiapkan kedatangan Tim Kedua yang akan terdiri dari para Ahli Bedah. Selain assessment, tim pertama ini juga akan melakukan pengobatan dengan sistem mobile clinic untuk menjangkau wilayah gempa terpencil yang belum mendapatkan bantuan medis.   Bantuan untuk korban bencana gempa bumi di Nepal dapat disalurkan melalui: BNI Syariah, No. Rek. 08.111.92995 BCA, No. Rek. 686.028.0009 Atas Nama Medical Emergency Rescue Committee   Info : Call Center MER-C 0811 99 0176                

MER-C Dan Wanadri Berangkatkan Tim Pertama Ke Nepal

Menyusul gempa bumi dahsyat berskala 7,9 SR yang menerjang Nepal pada hari Sabtu (25/4) lalu yang telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan ribuan lainnya mengalami luka-luka, MER-C berkolaborasi dengan WANADRI akan mengirimkan Tim Relawannya untuk turut memberikan pertolongan kepada para korban. Tim akan dibagi menjadi dua tahap keberangkatan. Untuk Tim Pertama akan terdiri dari 9 orang relawan dengan keahlian medis dan SAR, yaitu Saleh Sudradjat (Ketua Tim), dr. Hadiki Habib, SpPD (Wakil Ketua Tim), dr. Ratih Citra Sari, Rita Elseria Tambunan, Islamiah Samaun, Purwasunu Adriansyah, Rohmat Sopian, Dadang Mokhamad Rizal dan Widi Kusnadi Sunardi. Sementara Tim Kedua yang merupakan Tim Bedah dengan keahlian multi spesialis akan berangkat menyusul ke lokasi bencana.  Tim Pertama MER-C dan WANADRI direncanakan akan bertolak ke Nepal pada hari Senin (4/5) pukul 04.40 pagi dengan menggunakan maskapai penerbangan Malaysia Airlines, nomor penerbangan 726. Tim akan mengalami dua kali transit di Kuala Lumpur (Malaysia) dan Dhaka (Bangladesh) sebelum bisa mendarat di Kathmandu (Nepal). Apabila lancar, tim dijadwalkan akan tiba di Nepal pada pukul 12.50 waktu setempat. Sasaran wilayah kerja Tim Pertama MER-C dan WANADRI adalah di luar kota Kathmandu. Hal ini berdasarkan pertimbangan di dalam kota Kathmandu diperkirakan sudah banyak bantuan dan relawan yang bekerja. Tim akan mencari wilayah bencana terparah lainnya di luar ibukota Nepal yang terpencil dan masih minim bahkan belum terjangkau bantuan medis. Sebagai Tim Pertama, tugas tim mencakup penilaian (assessment) kondisi terkini di lapangan, melakukan pengobatan dengan sistem mobile clinic dan Search Rescue. Pengobatan dengan sistem mobile clinic dinilai efektif untuk dapat menjangkau korban-korban gempa di wilayah terpencil yang belum mendapat bantuan medis. Tugas penting lainnya yang diemban tim pertama adalah mempersiapkan kedatangan Tim Bedah, yaitu identifikasi korban-korban yang memerlukan tindakan operasi dan mencari Rumah Sakit atau tempat yang masih bisa digunakan untuk melakukan tindakan operasi bagi para korban gempa.   Sementara itu, sejumlah relawan medis dengan berbagai keahlian diantaranya Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, Dokter Spesialis Anastesi dan juga perawat bedah telah menyatakan kesiapannya untuk bertugas sebagai Tim Kedua ke Nepal. Tim Kedua yang merupakan Tim Bedah ini akan berangkat ke Nepal segera setelah adanya informasi dari Tim Pertama.   Bantuan untuk korban bencana gempa bumi di Nepal dapat disalurkan melalui: BNI Syariah, No. Rek. 08.111.92995 BCA, No. Rek. 686.028.0009 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee   Jakarta, 2 Mei 2015   MER-C Indonesia dan WANADRI /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} #MercWanadriForNepal                

MER-C Siapkan Tim Bedah untuk Korban Gempa Bumi di Nepal

Jakarta – Sabtu (25/4), gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,9 SR mengguncang Nepal. Hingga saat ini jumlah korban jiwa sudah mencapai lebih dari 3.300 orang, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah karena masih banyak daerah yang belum terjangkau serta jaringan komunikasi di negara tersebut yang terputus. Melihat besarnya dampak bencana, MER-C sebagai sebuah lembaga kegawatdaruratan medis, tengah mempersiapkan relawannya untuk turut memberikan bantuan guna meringankan penderitaan para korban. Tim yang dibentuk MER-C akan berfokus pada Tim Bedah, yang terdiri dari dokter spesialis bedah umum, spesialis bedah orthopedi, spesialis anastesi dan dokter umum serta perawat bedah. Hal ini berdasarkan pengalaman MER-C pada penanganan bencana gempa bumi serupa baik di Yogyakarta maupun di Padang (Sumatera Barat) misalnya, bahwa korban hidup yang akan banyak ditemui adalah korban dengan kasus patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Bantuan bagi korban bencana gempa bumi di Nepal dapat disalurkan melalui: BNI Syariah, 08.111.92995 BCA, 686.028.0009 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee              

Silahkan bertanya?