Joserizal Jurnalis, Pendiri MER-C Tutup Usia

Innalillaahi Wa Inna Ilaihi Roojiuun   Telah berpulang ke rahmatullah *Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT* Pendiri & Dewan Pembina  MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) pagi ini, Senin/20 Januari 2020 pkl 00.38 dalam usia 56 tahun (11 Mei 1963 – 20 Januari 2020) di RS Harapan Kita, Jakarta.     Mohon dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafan beliau. Terima kasih atas segala doa dan perhatian dari kerabat, teman, relasi, saudara2 seperjuangan selama beliau sakit hingga akhir hayatnya.   Jenazah dr. Joserizal akan disemayamkan di Pendopo Silaturahim, Jl. Kalimanggis Raya No. 90 Cibubur, Bekasi, disholatkan bada Dzuhur di Masjid Silaturahim dan dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.    Selamat Jalan dr. Joserizal, Semoga Husnul Khotimah…   Selamat menghadap Allah Sang Maha Pencipta yang mencintaimu lebih dari kami…    Kami yang kehilangan, ~ Keluarga Besar MER-C ~

Joserizal : Jihad Perlu Wawasan Tepat

Jakarta, 20 Ramadhan 1434/27 Juli 2013 (MINA) – Pendiri sekaligus Presidium Medical Emergency Rescue (MER-C) Joserizal Jurnalis mengatakan dalam sebuah perjuangan (jihad) diperlukan wawasan yang tepat sehingga dapat berbuat tepat sasaran “Dalam melaksanakan jihad, kita harus memiliki wawasan yang luas sehingga langkah dan keputusan kita tepat sasaran dan tidak terjebak dengan konspirasi politik kekuasaan,” katanya dalam acara silaturahim relawan MER-C di kantor pusatnya di Jakarta (27/7). Jose juga mengajak kepada sesama rekan relawan dan mujahid untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya dan dari berbagai sumber untuk dikaji sehingga menghasilkan keputusan yang tepat dalam langkah perjuangan membela Islam dan Muslimin. Aktivis yang sudah berkunjung ke beberapa negeri konflik itu juga mengajak kepada para aktifis mujahid Islam agar menggunakan analisis berpikir yang kritis dan hati yang tulus sehingga perjuangan ini menghasilkan karya yang cemerlang. “Selain nalar pemikiran yang kritis, kita juga harus menggunakan hati yang jernih dalam sebuah perjuangan. Ingat, kita semua berniat untuk mendedikasikan hidup menolong agama Allah, menegakkan kalimah dan syariat Allah. Maka hati kita harus bersih dari segala dendam dan niat mencari kekuasaan,” paparnya. “Mari kita cari informasi sebanyak-banyaknya agar kita tidak salah dalam mengambil keputusan. Saat ini ada beberapa oknum yang punya modal dan mereka menginginkan kekuasaan. Mereka bisa saja memanfaatkan kita,” katanya. Saat ini kondisi muslimin di berbagai belahan dunia, khususnya di Timur Tengah sedang dilanda krisis. Mesir, Suriah, Tunisia, Yaman, dan Afganistan adalah contoh negara-negara yang saat ini dilanda konflik. Korbannya sudah tentu Muslimin. “Namun, dari semua isu tersebut. Masjidil Aqsa dan Palestina harus menjadi prioritas kita. Jangan sampai kita lengah dari isu-isu di atas dan Zionis dengan bebas menjajah tanah al Quds dan Palestina, tambahnya lagi. Saat ini MER-C sedang konsentrasi dalam pembangungan rumah sakit Indonesia di wilayah Bait Lahiya, Gaza Utara. Pembangunan tahap dua sudah hampir selesai dan persiapan memasuki tahap tiga yaitu mengadaan alat-alat kesehatan dan obet-obatan. (L/P04/P015/P01/R2) Sumber : http://www.mirajnews.com/indonesia/7404-jose-rizal-jihad-perlu-wawasan-tepat.html  

Joserizal: Islam Jadi Sasaran Tembak Zionis

Jakarta, 2 Rabiul Awal 1434/14 Januari 2013 (MINA) Pendiri sekaligus Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Joserizal Jurnalis mengatakan dalam sebuah seminar di Jakarta (13/1), Islam telah menjadi “sasaran tembak” Zionis. Ideologi yang ‘paling ditakuti’ di dunia ini adalah Islam. sehingga Islam jadi sasaran tembak. Siapa yang menembak? Menurut pengalaman saya adalah Zionis, kata Jose (sapaan akrab Joserizal), dokter spesialis bedah umum. Pria yang sudah melakukan misi kemanusiaan di berbagai wilayah konflik perang itu menghimbau masyarakat Islam agar lebih teliti dalam menyikapi suatu permasalahan sensitif. Jika ada konflik, kita harus mengurai mencari siapa yang bermain. Kita kecilkan perbedaan dan perbesar persamaan. Perbedaan masalah fikih dan mazhab selesaikan dalam majelis kajian, kata Jose yang selalu mengontrol  perkembangan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza dari Indonesia. Sementara itu, Jubir Front Pembela Islam (FPI), Munarman membenarkan pernyataan sang dokter, bahwa masalah furu’ (perbedaan kecil) jangan dipersoalkan. Menurutnya, perbedaan paham harus diselesaikan di dalam majelis. Advokat dan mantan Ketua Kontras dan YLBHI itu juga mengungkapkan, Daftar PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang saya miliki tentang  teroris menunjukkan semuanya adalah kelompok-kelompok Islam dan individual Islam yang aktif dalam dakwah dan perjuangan. Munarman juga mengatakan ada bias yang sangat luar biasa pelanggaran yang terjadi terhadap umat Islam dunia. Sejak 2001, di Guantanamo banyak tahanan Muslim yang tanpa proses dipenjara sampai sekarang. Dan di Indonesia, sudah ada 60-an  orang yang baru terduga ditembak tanpa proses, ungkap Munarman yang  terus berjuang dalam membela orang-orang Islam yang menurutnya semena-mena dituduh sebagai teroris. Di hari yang sama, Direktur Islamic Human Rights Comission (IHRC) Massoud Shadjareh mengungkapkan, Di Amerika hanya ada 6% Muslim, 7% Yahudi dan sisanya yang lain. Jika ada kerusuhan, langsung menuduh kelompok Islam. Wartawan senior investigasi Tempo, Ahmad Taufiq juga mengatakan, Selama Qurannya masih satu, Tuhannya masih satu, kita jangan mau dipecah belah.(T/R-011/R-008). Sumber : http://www.mirajnews.com/id/world/asia/1622-joserizal-islam-jadi-sasaran-tembak-zionis.html  

Silahkan bertanya?