Tim Bedah MER-C Bertolak ke Turkiye

Minggu/12 Februari 2023, Tim Bedah MER-C yang beranggotakan 7 orang bertolak ke Turkiye untuk menunaikan tugas kemanusiaan, pasca gempa dahsyat mengguncang bagian Tenggara negara tersebut yang berdasarkan data sementara telah mengakibatkan sedikitnya 30,000 orang meninggal dunia dan puluhan ribu lainnya luka-luka. Tim Bedah MER-C terdiri dari 2 Dokter Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatologi (dr. Risa Dumastoro, SpOT dan dr. M. Nurul Qomaruzzaman, SpOT), 1 dokter Spesialis Anastesi (dr. Wahyu Bimantoro, SpAn), 1 Dokter Umum (dr. Meaty Fransisca), 2 perawat bedah (Ita Muswita dan Thoyib Mirad), serta Desi Fitriani. Berangkat pada Minggu malam dari bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng, keberangkatan Tim turut dilepas jajaran Presidium MER-C dan sejumlah relawan. Dr. Risa Dumastoro, SpOT selaku Ketua Tim Bedah MER-C mengatakan bahwa tim yang dipimpinnya dijadwalkan akan bertugas selama kurang lebih 2 pekan. “Tim awal ini akan bertugas selama 2 pekan. Dari Istanbul kami akan menuju lokasi terdampak gempa, kemungkinan Kahramanmaras, salah satu wilayah gempa yang cukup parah. Target wilayah lainnya, akan sangat tergantung dari hasil koordinasi dan situasi di lapangan,” ucapnya. Untuk menunjang kerja di lapangan, Tim juga telah dilengkapi dengan alat-alat operasi serta sejumlah obat-obatan yang diperlukan untuk melakukan tindakan bedah dan pengobatan.“Kami membawa sejumlah peralatan operasi yang sudah steril siap pakai, serta obat-obatan untuk menunjang tugas Tim di lapangan. Kami siap berkolaborasi dengan tenaga medis setempat di RS yang ditunjuk. Semoga keahlian yang kami miliki bisa bermanfaat maksimal untuk membantu saudara-saudara kita di Turki yang menjadi korban,” ujarnya. Sementara itu Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, mengatakan bahwa selain Turki, bencana gempa yang juga dirasakan di Suriah dan menyebabkan ribuan korban jiwa serta luka, turut menjadi perhatian Tim MER-C. “Setelah Turki, Suriah turut menjadi perhatian kami. Kami upayakan untuk mengirimkan segera Tim Bedah ke Suriah. Sebelumnya kami telah menyambangi Kedutaan Besar Suriah di Jakarta untuk menyampaikan bela sungkawa dan berkoordinasi dengan perwakilan negara tersebut,” ungkap Sarbini. Dukungan dan donasi bagi Misi Kemanusiaan MER-C bagi korban gempa bumi di Turki dan Suriah dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400 Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176
Yayasan Pendidikan Daya Dutika Cenderawasih Kemenlu RI Serahkan Donasi untuk Cianjur melalui MER-C

Sejumlah perwakilan guru dan siswa-siswi serta Pengurus Yayasan Pendidikan Daya Dutika Cenderawasih (YPDDC) Kementerian Luar Negeri RI menyerahkan donasi bagi korban gempa bumi Cianjur melalui MER-C, Kamis/22 Desember 2022. Donasi sebesar total 15 juta rupiah diserahkan oleh Rikha Indah Sari, SPd selaku Ketua Pengurus YPDDC kepada Luly Larissa Agiel, selaku Ketua Divisi Kampanye dan Penggalangan Dana MER-C. YPDDC adalah sekolah-sekolah yang berdiri di atas lahan Kementerian Luar Negeri RI mulai tingkat SD, SMP, dan SMA yang seluruhnya berjumlah enam sekolah. YPDDC terdapat di dua lokasi, yaitu Jakarta Selatan dan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Rikha menjelaskan bahwa donasi untuk korban gempa bumi di Cianjur dikumpulkan atas inisiatif bersama pasca terjadinya musibah bencana dahsyat tersebut. “Kami menggalang dana dari siswa-siswi SD, SMP, SMA Cenderawasih. Kemudian karena kami biasa posting di media sosial kami, ada beberapa kawan dari KBRI dan kawan-kawan komunitas yang ikut berdonasi. Dalam waktu singkat terkumpul sejumlah nilai. Donasi kami salurkan internal sendiri secara langsung dan juga ke eksternal melalui MER-C,” papar Rikha. Menurutnya, penyaluran donasi bekerjasama dengan pihak luar merupakan terobosan baru bagi YPDDC, karena biasanya mereka menyalurkan sendiri donasi yang ada. “Ini merupakan sebuah terobosan baru bagi kami. Kami rasa lebih terstruktur dan lebih amanah apabila bekerjasama dengan lembaga sosial yang lain, seperti MER-C. Hal ini agar amanah donator bisa disampaikan dengan baik. Apalagi donasi bukan berasal dari internal saja, namun ada juga donasi dari eksternal, sehingga pertanggung jawaban kepada para donator bisa lebih jelas. Sehingga dimasa yang akan datang bisa diberikan kepercayaan lagi. Itu sebetulnya tujuan utama dari Cenderawasih sendiri,” jelas Rikha. Ia juga berharap kolaborasi YPDDC dan MER-C bisa terus berlanjut, tidak hanya di Cianjur, namun juga di tempat-tempat lainnya. “Saya rasa potensi kami cukup untuk membuat itu. Jika ada potensi kenapa tidak dimanfaatkan untuk kebaikan. Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka memberikan pendidikan empati kepada anak-anak. Salah satu programnya adalah penggalangan dana sosial untuk orang-orang yang membutuhkan. Supaya dari mereka sendiri OSIS yang berinisiatif mengumpulkan,” lanjutnya. YPDDC juga memilih untuk mengunjungi dan menyerahkan secara langsung donasi ke Kantor Pusat MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat dengan mengajak perwakilan siswa-siswi SD, SMP maupun SMA agar para siswa mendapatkan pembelajaran. “Kami harap dengan kegiatan ini, anak-anak bisa melihat kerja-kerja baik dari relawan MER-C dan memberikan inspirasi kepada mereka. Inspirasi harus kita tanamkan sejak kecil,” tambahnya. Merespon bencana gempa bumi di Cianjur, MER-C telah menurunkan sebanyak 6 tim medis dengan melibatkan sedikitnya 48 relawan untuk membantu korban gempa bumi di sana. Sementara jumlah pasien yang mendapatkan layanan pengobatan baik di posko Kesehatan MER-C maupun melalui program mobile clinic mencapai 821 orang. Dalam rangka menyalurkan amanah donatur, MER-C akan terus melanjutkan misi kemanusiaan untuk Cianjur baik melalui program medis maupun bantuan lainnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Paguyuban Daksinapati UI Serahkan Donasi untuk Cianjur melalui MER-C

Alumni penghuni asrama Daksinapati yang tergabung dalam Paguyuban Daksinapati Universitas Indonesia (PDUI) menyerahkan donasi untuk korban bencana gempa bumi Cianjur melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Rabu/30 November 2022. Donasi diserahkan oleh perwakilan pengurus PDUI, yaitu Drs. Des Alwi, M.Phil., selaku Sekretaris dan dr. Imron Khazim, MS, SpOk selaku Pengurus Bidang Kesehatan PDUI. Donasi diterima secara langsung oleh dr. Arief Rachman, SpRad, selaku Presidium MER-C dan disaksikan oleh jajaran Presidium lainnya, yaitu dr. Yogi Prabowo, SpOT(K), dr. Henry Hidayatullah, MSi dan Ir. Faried Thalib serta sejumlah pengurus MER-C. “Donasi berjumlah total Rp 43.725.000,- dikumpulkan dari para anggota PDUI yang merupakan alumni penghuni asrama Daksinapati UI Namun ada juga titipan dari luar anggota,” ujar Des Alwi. Daksinapati merupakan asrama mahasiswa UI khusus putra pada tahun 1953 – 1990 yang berada di Kompleks Kampus UI Rawamangun. Asrama Daksinapati diresmikan mantan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno pada tahun 1953. Mewakili pengurus dan anggota Daksinapati, Imron Khazim menjelaskan alasan menitipkan Amanah donasi untuk bencana gempa bumi Cianjur kepada MER-C. “Semua qodarullah. Kami bertemu dengan senior kami yang juga Ketua PDUI saat ini, Dr. H. Wahidin Halim, mantan Gubernur Banten yang menyarankan untuk ke MER-C saja. Kami sepakat ke MER-C. Pertama, menyambung silaturahim sesama alumni dan membangun emotional kami kembali karena Alm dr. Joserizal Jurnalis, aktifis kemanusiaan MER-C juga merupakan alumni asrama Daksinapati UI. MER-C juga paham lapangan dan memiliki reputasi yang sudah tidak diragukan,” jelas Imron. “Donasi berasal dari anggota PDUI yang beragam karena penghuni asrama Daksinapati UI juga berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, dari berbagai agama, etnis, namun semuanya percaya ke MER-C,” imbuhnya. Untuk penyaluran donasi, Imron mengatakan bahwa mereka menyerahkan sepenuhnya kepada MER-C. “Kami menyerahkan kepada MER-C yang insya Allah amanah dan tahu persis ini untuk apa dan bagaimana. Harapan kami semoga donasi ini dapat bermanfaat,” lanjutnya. Ia juga berharap donasi ini bukan yang terakhir, namun bisa berkelanjutan, tidak hanya pada fase emergency response namun juga pada fase recovery. “Apabila ada informasi kebutuhan lain di Cianjur agar bisa di share kepada kami dan menjadi masukan bagi kami sehingga mungkin bisa dikembangkan menjadi kegiatan yang sifatnya tidak hanya berkaitan dengan medis pada fase tanggap darurat tapi juga pada fase recovery. Mungkin kami atau ada anggota kami yang bisa membantu dan berpartisipasi jangka panjang,” tambah Imron. Mewakili MER-C, dr. Henry Hidayatullah, MSi menyampaikan ucapan terima kasih atas donasi dan kepercayaan dari PDUI. Menurutnya, donasi yang diberikan akan sangat bermanfaat untuk membantu korban bencana gempa bumi di Cianjur.
Gempa Tapanuli Utara MER-C Kirimkan Tim Assessment

Sehubungan dengan bencana alam Gempa Bumi yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara pada Tanggal 01 Oktober 2022, MER-C kirimkan relawan guna assessment pada tanggal 02 – 04 Oktober 2022, tim yang dikirimkan yaitu dr. Miftahul Masruri (Koordinator), Ns. Kipa Jundapri, M.Kep, Bima Anggara, S.Kep dan Budi. Selain assessment tim juga menyiapkan perlengkapan medis yang nantinya dapat digunakan untuk layanan kesehatan dasar. Do’akan kami bantu kami, mari kita ringankan bebang saudara kita yang tertimpa musibah. Info : MER-C Cabang Medan Jl. Setia Budi Kompleks Ruko Milala Mas No. B22, Kel. Tanjung Rejo, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan. Telp : 0811 648 1408 FB : Relawan MER-C Medan IG : MER-C MEDAN Email : mercmedancenter@gmail.com Rekening Kemanusiaan : Bank Mandiri Syariah (BSM), 7074585099 Atas nama : MER-C Cabang Medan
Pekerja Muslim PT Badak NGL Bontang Serahkan Donasi Rp 100 Juta untuk RS Indonesia di Gaza

Pekerja muslim PT Badak NGL Bontang Kalimantan Timur menyerahkan donasi sebesar Rp 100 juta bagi program Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Donasi diserahkan oleh Agus Ahmad Ashari, Pengurus Bidang Dakwah Yayasan Umat Islam NGL Badak, Selasa/30 Agustus 2022. Donasi diterima secara simbolis oleh perwakilan MER-C, Tina Leonard dan Karidi salah satu relawan yang pernah bertugas di Jalur Gaza, Palestina sebagai tim pembangunan RS Indonesia. Menurut Agus, donasi dikumpulkan dari pekerja muslim PT Badak NGL melalui program “Gaza Memanggil” yang diadakan selama dua pekan. “Pada Program Gaza memanggil di bulan Agustus 2022 ini, penggalangan dana kami lakukan selama dua pekan mulai hari Kamis sampai dengan hari Sabtu pekan berikutnya. Ini artinya dua kali pengambilan hasil kotak infaq di masjid kami, Masjid Al Kautsar di Bontang. Selain donasi dari kotak infaq, kami juga membuka donasi melalui transfer,” tutur Agus. Pengurus Yayasan Umat Islam Badak NGL, menurutnya saat ini berusaha lebih selektif dalam memilih NGO atau Yayasan untuk menyalurkan donasi dana dari pekerja muslim perusahaan. Hal ini dilakukan agar titipan amanah dapat tersampaikan dengan baik kepada yang berhak menerimanya. MER-C menurutnya menjadi salah satu pilihan pengurus Yayasan untuk menjadi Lembaga penyaluran donasi ini. “Kami melihat MER-C sebagai salah satu NGO yang sudah lama berkiprah dalam kemanusiaan. Orang-orangnya sejauh ini amanah, sehingga akhirnya kami seluruh pengurus bersepakat memilih MER-C, khususnya program Rumah Sakit Indonesia, karena memang keberadaannya sangat dibutuhkan terlebih saat ada serangan. Ada dua Lembaga yang kami pilih, salah satunya MER-C,” lanjut AGus. Ia berharap donasi yang diberikan bermanfaat untuk membantu serta mendukung program Rumah Sakit Indonesia. Mewakili Pengurus dan Pekerja Muslim PT Bada NGL ia juga mendoakan MER-C tetap menjadi lembaga yang amanah dalam menyalurkan donasi dari masyarakat. “Semoga MER-C tetap amanah, tetap bersemangat dan selalu luruskan niat,” ujarnya.
Ketua DPD RI Minta Panglima TNI Fasilitasi Relawan Kemanusiaan MER-C Masuk Palestina

SIARAN PERS Ketua DPD RI ———- JAKARTA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta Panglima TNI membantu memfasilitasi relawan kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang terhalang masuk ke Palestina melalui Mesir. Secara administrasi, relawan MER-C telah memenuhi seluruh prosedur yang diperlukan. Hanya saja, mereka terhalang oleh izin intelejen Mesir. “Ini butuh koordinasi antar intelejen negara, dalam hal ini BAIS yang memang di bawah kendali Panglima TNI. Maka saya meminta Panglima TNI untuk memfasilitasi hal ini, agar relawan MER-C dapat masuk ke Gaza dengan misi kemanusiaannya,” tutur LaNyalla saat menerima audiensi pengurus MER-C di kediaman Ketua DPD RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (12/6/2022). Senator asal Jawa Timur itu mengatakan segera berkoordinasi dengan Panglima TNI untuk membantu relawan kemanusiaan MER-C agar dapat membantu kesehatan rakyat Palestina, melalui rumah sakit yang didirikan dari donasi masyarakat Indonesia. “Secepatnya harus ditindaklanjuti agar masyarakat Palestina segera mendapatkan hak kesehatan yang layak. Saya sangat mendukung dan mendorong agar relawan MER-C dapat segera difasilitasi masuk ke Palestina,” tegas LaNyalla. Dalam audiensi tersebut, jajaran pengurus MER-C mengeluhkan akses yang sulit untuk dapat masuk ke Palestina melalui Mesir. “Kami meminta akses untuk dapat masuk ke Palestina. Hubungan Indonesia dan Mesir sangat bagus. Tapi pemerintah tak bisa meyakinkan Pemerintah Mesir, dalam hal ini intelejen mereka, agar relawan MER-C dapat diberikan akses masuk ke Palestina,” tutur Head of Presidium MER-C, dr Sarbini Abdul Murad. Menurutnya, bulan lalu dua orang relawannya tertahan di perbatasan Palestina-Mesir lantaran tak diberikan akses masuk oleh intelejen Mesir. “Untuk masuk ke Palestina, selain visa dan persyaratan lainnya, juga harus ada izin dari intelejen. Kami sudah berkoordinasi dengan KBRI di Mesir. Tapi tetap gagal masuk dari perbatasan karena terhambat oleh izin intelejen Mesir,” ujar Sarbini. Sementara untuk pengembangan rumah sakit di sana, mereka butuh akses yang mudah untuk masuk karena kita membawa material, tukang, tenaga ahli, dokter, relawan dan lainnya. Sebagaimana diketahui, akhir tahun 2015 rumah sakit hasil donasi masyarakat Indonesia telah beroperasi di Palestina. Setiap harinya lebih dari 500 pasien masyarakat Palestina memanfaatkan fasilitas kesehatan rumah sakit hasil donasi masyarakat Indonesia di Palestina. Karena kebutuhan fasilitas pelayanan, saat ini fasilitas ditambah dengan membangun dua lantai agar pelayanan dapat lebih maksimal. Hadir dalam kesempatan itu sejumlah pengurus MER-C, di antaranya dr Sarbini Abdul Murad, Tonggo Meaty, Ita Muswita, Luly Larissa, dr Zackya Yahya, dr Henry Hidayatullah, dr Hadiki Habib dan Rima Manzanaris.(***) *BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI LANYALLA* www.lanyallacenter.id
MER-C Apresiasi Langkah Denmark Membantu Palestina

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menyampaikan apresiasinya yang tinggi atas langkah Denmark memberikan bantuan kepada Palestina. Bantuan Denmark berupa dana hibah dan kemitraan dilakukan dalam rangka mendukung upaya Palestina memperjuangkan kemerdekaannya. Apresiasi ini disampaikan oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad secara tertulis kepada Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen melalui surat yang dikirimkan ke Kedutaan Besar Denmark di Jakarta, Selasa/12 Oktober 2021. “Kami memberikan apresiasinya setinggi-tingginya kepada Pemerintah dan rakyat Denmark atas langkah yang telah diambil untuk membantu Palestina. Kesepakatan bantuan yang diberikan berupa dana hibah dan kemitraan antara Denmark dan Palestina adalah sebuah langkah berani dan nyata dalam upaya mendukung upaya Palestina memperjuangkan kemerdekaannya. Hal ini menunjukkah sikap tegas Denmark yang berpihak kepada kemanusiaan dan keadilan serta menolak bentuk penjajahan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina,” tulisnya. Bantuan dan kemitraan seperti ini, tulisnya, tentu akan membantu rakyat Palestina meningkatkan kapasitas rakyatnya, meningkatkan perekonomian, memperluas pembangunan di berbagai bidang, sehingga Palestina dapat menjadi bangsa yang mandiri, merdeka dan berdaulat, sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Sarbini berharap langkah yang telah dilakukan Denmark bisa diikuti oleh banyak negara lainnya di dunia. “Kami berharap langkah yang telah dilakukan Denmark bisa diikuti oleh banyak negara lainnya di dunia sebagai bentuk dukungan terhadap kemanusiaan dan perdamaian serta perlawanan terhadap penjajahan,” tambahnya. “Negara-negara peduli Palestina seperti Denmark, kami harapkan dapat memberikan tekanan kepada Israel untuk menghentikan tindakan ilegalnya di Tepi Barat, yaitu perampasan dan penghancuran properti warga Palestina, dsb,” tegas dokter yang sudah berpengalaman di berbagai wilayah perang dan bencana. Lebih lanjut, mengenai perdamaian antara Palestina dan Israel melalui solusi dua negara, dalam suratnya, Sarbini juga sangat mengapresiasi hal ini dimana Denmark menjadi salah satu negara yang mendukung solusi ini. “Semoga Denmark dapat terus menyuarakan hal ini di forum-forum internasional, sehingga solusi dua negara bisa segera terwujud.” MER-C sendiri adalah NGO Indonesia yang memiliki concern terhadap masalah Palestina terutama dalam aspek kemanusiaan dan kesehatan. Salah satu bentuk komitmen MER-C untuk Palestina adalah dengan membangun Rumah Sakit di Bayt Lahiya, Jalur Gaza yang diberi nama Rumah Sakit Indonesia. Pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang sudah berlangsung sejak tahun 2009, sampai saat ini masih terus dilakukan pengembangan-pengembangan yang diperlukan untuk meningkatkan dan memperluas kapasitas pelayanannya. Jakarta, 12 Oktober 2021 MER-C Indonesia
Layanan operasional RS Indonesia di Myanmar kado HUT Kemerdekaan

Jakarta (ANTARA) – Tonggak sejarah ditancapkan ketika digagas pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar, pada November 2017. Pembangunan RSI di Myanmar itu sarat makna, baik secara kemanusiaan maupun diplomasi hubungan antarbangsa, serta tentu saja kesehatan. Lebih mendasar lagi, karena RSI itu dibangun di tengah komunitas yang sedang berkonflik, yakni pihak Muslim dan Budha. Sejarah perjalanan RSI di Myanmar bantuan dari rakyat dan pemerintah Indonesia itu, bermula dari ide organisasi sosial kemanusiaan untuk korban perang, konflik dan bencana alam yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan kesehatan “Medical Emergency Rescue Committee” (MER-C) Indonesia. MER-C kemudian mengomunikasikannya dengan Wakil Presiden saat itu M Jusuf Kalla, yang juga menjabat Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI). JK, panggilan karib Jusuf Kalla, kemudian mengundang Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) untuk menjalin kerja sama dengan MER-C, hingga akhirnya bekerja bersama untuk mewujudkannya. Kedutaan Besar RI di Myanmar melengkapi penjelasan perjalanan RSI itu dengan menyatakan pembangunan RS bantuan Indonesia itu bermula dari hasil kesepakatan antara Presiden Myanmar U Htin Kyaw dan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla di sela-sela KTT Asia-Europe Meeting (ASEM) di Mongolia pada pertengahan 2016. Pembangunan RS ini adalah proyek kolaborasi antara MER-C dan PMI, dan didukung oleh Pemerintah Indonesia. Dana proyek berasal dari komunitas Muslim Indonesia, komunitas Buddha Indonesia, khususnya dari WALUBI, dan dermawan lain. Rancangan RS dan konstruksi dilakukan oleh MER-C dan kontraktor lokal. Selama konstruksi, MER-C menempatkan empat orang di lokasi sebagai pengawas. Sementara itu PMI memimpin proses pengadaan alat kesehatan untuk RS. Peletakan batu pertama dilakukan pada Minggu (19/11/2017) dihadiri Duta Besar RI untuk Myanmar saat itu Ito Sumardi dan menteri urusan Rakhine, perwakilan Kementerian Kesehatan Myanmar, perwakilan MERC, tokoh masyarakat setempat dan masyarakat agama Budha dan Islam. Semestinya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi akan hadir di acara tersebut, namun batal karena imbauan pemerintah Myanmar yang menyatakan lokasi pembangunan RSI berada di wilayah utara Rakhine, yang dipandang rawan, dan Pemerintah Myanmar sendiri tidak bisa memberikan pengamanan optimal sesuai standar untuk tamu resmi pemerintah setingkat menteri. Terlebih, saat itu pasukan keamanan Myanmar sedang difokuskan menjaga pertemuan tingkat menteri Asia-Eropa di Nay Pyi Taw, yang juga dihadiri Menlu Retno Marsudi. Singkat cerita, pembangunan RSI itu, yang semula direncanakan selesai satu tahun molor hingga dua tahun disebabkan situasi dan berbagai kendala di lapangan, antara lain isu keamanan, musim hujan terus menerus yang menyebabkan banjir, sulitnya mencari pekerja dan bahan material bangunan, serta kinerja kontraktor lokal. Namun tantangan tersebut dapat dihadapi dengan baik oleh Tim MER-C di lapangan sehingga kendala-kendala teknis dapat diatasi. Akhirnya, pada 10 Desember 2019 di Kantor Kementerian Kesehatan dan Olahraga Myanmar, Nay Pyi Taw, Pemerintah Indonesia, yang diwakili oleh Duta Besar RI untuk Myanmar, Prof Dr Iza Fadri menyerahkan secara teknis RSI bantuan Indonesia di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State, kepada Pemerintah Myanmar, yang diwakili oleh Wakil Direktur Jenderal, Departemen Pelayanan Kesehatan, Dr Thida Hla. Kegiatan technical handover RS tersebut disaksikan oleh Menteri Kesehatan dan Olahraga Myanmar Dr Myint Htwe dan para pejabat tinggi dari Kementerian Kesehatan dan Olahraga Myanmar serta perwakilan dari PMI pusat dan MER-C Indonesia. RSI tersebut terdiri atas bangunan utama seluas 2.214 meter persegi di atas tanah 4.644 meter persegi yang mencakup ruang operasi, ruang gawat darurat, ruang X-Ray dan pendukung lain, bangunan rumah generator seluas 11,25 meter persegi bersama dengan satu unit generator, bangunan kamar jenazah seluas 24 meter persegi, bangunan ground tankbeserta empat unit pompa air otomatis, lansekap dan dua jembatan beton. Kado indah Menjelang HUT Ke-76 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2021, tepatnya pada Jumat (13/8), RSI di Rakhine State itu — di tengah pandemi COVID-19 — sudah mulai memberikan pelayanan kesehatan bagi warga Muslim dan Budha setempat. Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad mengaku bersyukur mendapat kabar baik bahwa Rumah Sakit Indonesia di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar, sudah dibuka dan operasional. RS itu dinilai punya dua makna yang berarti, yakni hadiah ulang tahun ke-22 MER-C dan HUT Ke-76 Kemerdekaan Indonesia. Pada hari pertama itu, ada delapan warga Muslim dan enam warga Budha mendapatkan perawatan di RSI Myanmar. Berita tersebut dinilainya sangat menggembirakan karena RSI di Mynamar itu sudah difungsikan oleh pemerintah setempat guna memberikan layanan kesehatan warganya. RSI tersebut kini bisa bermanfaat bagi kedua belah pihak, dan sekaligus menjadi sarana berbaur, antara masyarakat Budha dan Muslim di sana, yang selama ini terhambat karena adanya konflik. Kolaborasi beragam unsur di Tanah Air, kembali mengukuhkan bahwa kerja sama, baik kalangan non-pemerintah dengan pemerintah, kembali bisa diwujudkan. Melalui diplomasi jalur kedua (second track diplomacy) , aktor non-negara, seperti MER-C, WALUBI bersama PMI dan pemerintah mampu membangun gotong royong untuk kinerja-kinerja kemanusiaan, sekaligus kesehatan dan diplomasi. Tak hanya itu, untuk wilayah konflik, diplomasi non-formal ini juga bisa menjadi model ke depan untuk proses-proses mendamaikan para pihak dengan sentuhan yang lebih lembut. RSI di Rakhine State, Myanmar itu merupakan bagian dari diplomasi kemanusiaan, dan keberadaan RS yang dibangun oleh umat Muslim dan Budha Indonesia itu diharapkan dapat mendorong terciptanya perdamaian di Myanmar. Oleh Andi Jauhary COPYRIGHT © ANTARA 2021 Sumber : https://www.antaranews.com/berita/2335242/layanan-operasional-rs-indonesia-di-myanmar-kado-hut-kemerdekaan
RS Indonesia di Rakhine State Myanmar Mulai Beroperasionalisasi

Rumah Sakit Indonesia yang dibangun di wilayah rawan konflik Rakhine State Myanmar mulai beroperasionalisasi dan memberikan perawatan bagi warga dari kedua belah pihak baik Muslim maupun Budha. Hal ini disampaikan oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad. “Kami bersyukur mendapat kabar baik bahwa Rumah Sakit Indonesia yang berada di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar yang dibangun atas upaya bersama Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) sudah dibuka dan beroperasionalisasi,” ujar Sarbini. “Berita ini tentu sangat menggembirakan bahwa RS Indonesia sudah difungsikan oleh pemerintah setempat. RS Indonesia bisa bermanfaat bagi kedua belah pihak, menjadi sarana berbaur masyarakat Budha dan Muslim di sana. Inilah yang kita harapkan. Bagi kami, ini hadiah ulang tahun MER-C ke-22 dan ulang tahun Indonesia ke-76,” tambah Sarbini. Pada hari Jumat/13 Agustus 2021, Rumah Sakit Indonesia sudah mulai memberikan pelayanan bagi warga Muslim dan Budha. Hari itu, sekitar delapan warga Muslim dan enam warga Budha mendapatkan perawatan di RS Indonesia. Rumah Sakit Indonesia yang didirikan atas kerjasama Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) mulai dibangun pada November 2017. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama atau ground breaking bangunan utama pada 19 November 2017. Acara tersebut dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Myanmar, Dirjen Kementerian Kesehatan Myanmar, Secretary of State Rakhine, Perwakilan MER-C serta warga sekitar dari komunitas Budha dan komunitas Muslim. Pembangunan RS Indonesia memakan waktu 2 tahun dari rencana satu tahun yang diperkirakan. Hal ini dikarenakan situasi dan berbagai kendala di lapangan. Diawasi langsung oleh dua insinyur dan dua relawan teknis dari Divisi Konstruksi MER-C, pembangunan akhirnya selesai pada November 2019. Pada 10 Desember 2019, bangunan RS Indonesia yang sangat kental nuansa merah dan putih diserahterimakan kepada pemerintah Myanmar melalui Kementerian Kesehatan dan Olahraga Myanmar di Ibukota Myanmar, Nay Pyi Taw. Usai pembangunan, pengadaan alat kesehatan menjadi proses selanjutnya yang dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI). RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar merupakan bagian dari diplomasi kemanusiaan MER-C di Rakhine State, Myanmar. Keberadaan rumah sakit yang dibangun oleh umat Muslim dan Budha Indonesia diharapkan dapat mendorong terciptanya perdamaian di Myanmar.*
Qurban Peduli Gaza 2021
MER-C melalui Cabangnya di Jalur Gaza insya Allah siap menjalankan niat Bpk/Ibu/Sahabat yang ingin berqurban untuk saudara-saudara kita di Gaza – Palestina. Harga Hewan Qurban :???? Domba Kambing = Rp. 5.500.000,-???? Sapi = Rp. 33.500.000,- Konfirmasi : Call Center MER-C :0811990176 (Telp/wa) Rekening Program Qurban MER-C:BSM, Cab. TangerangNo. Rek. 700.2905.803A/n. Medical Emergency Rescue Committee – Batas akhir pentransferan hari Rabu, 15 Juli 2021 “Maka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Daging daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Al Hajj : 36-37) Wassalam,MER-C Indonesiawww.mer-c.org Info:Facebook : MER-C IndonesiaInstagram : @mercindonesiaTwitter : @mercindonesiaYoutube : MER-C Indonesia #qurbanpeduligaza #savegaza#savepalestine#mercgaza#mercindonesia#qurbangaza#donasipalestine#donasigaza#donasigazapalestina#amanahbagikemanusiaan