MER-C Kutuk Serangan Brutal Israel di Masjidil Aqsa

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia mengutuk keras serangan brutal pasukan pendudukan Israel terhadap warga Palestina yang tengah menunaikan sholat berjamaah di Masjidil Aqsa, Jum’at (15/4). MER-C mengecam tindakan penyerangan kepada warga sipil Palestina yang tengah beribadah, terlebih serangan dilakukan di kala bulan suci Ramadhan. Aksi penyerangan brutal terus menerus dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina khususnya di Tepi Barat. Bahkan serangan di saat bulan suci Ramadhan seperti sudah menjadi ritual bagi Israel setiap tahunnya. Israel telah merusak ketenangan dan keteduhan bulan suci Ramadhan dimana umat muslim baik di Palestina dan umat muslim di seluruh dunia tengah khusyuk beribadah. Penyerangan di kala Ramadhan di situs suci masjidil Aqsa akan memancing kemarahan tidak hanya umat muslim di Palestina namun juga umat muslim dunia. Tindakan brutal yang dilakukan Israel akan memancing reaksi perlawanan dari faksi-faksi perjuangan yang ada di Palestina. Untuk itu, MER-C menyerukan kepada Pemerintah Indonesia, kepada dunia internasional, negara-negara Arab, Eropa dan Amerika agar bersuara dan mengambil langkah-langkah untuk menekan Israel menghentikan segala bentuk kekerasannya kepada warga Palestina. Hal ini perlu segera dilakukan untuk mencegah eskalasi konflik terus meningkat dan meluas hingga ke Jalur Gaza yang akan mengakibat jatuhnya korban sipil yang lebih banyak. MER-C Indonesia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia mendoakan warga Palestina agar diberikan perlindungan dan kekuatan dalam mempertahankan diri dan melawan kedzaliman yang tengah dipertontonkan Israel. Jakarta, 16 April 2022Dr. Sarbini Abdul MuradKetua PresidiumMER-C Indonesia
MER-C Mengutuk Aksi Brutal Israel di Masjid Al Aqsa

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengutuk keras aksi brutal tentara Israel terhadap warga sipil Palestina yang terjadi di kompleks Masjid Al Aqsa dan distrik Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, Jumat (7/5) malam. Hal ini disampaikan oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad. “Kami mengutuk keras aksi brutal tentara Israel kepada warga Palestina yang sedang menunaikan sholat tarawih di kompleks Masjid Al Aqsa yang telah menyebabkan ratusan orang terluka,” ujar Sarbini. “Bulan puasa adalah bulan penuh kedamaian dan Israel telah merusak kesakralan bulan suci Ramadhan. Ini adalah bentuk penghinaan terhadap umat Islam dan terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” tambahnya. Selain penyerangan di Masjid Al Aqsa, Ketua Presidium MER-C itu juga mengecam pengusiran warga Palestina oleh tentara Israel di wilayah Sheikh Jarrah dan perampasan secara ilegal rumah-rumah mereka. “Untuk kesekian kalinya, Israel telah melakukan pelanggaran hukum internasional. Dunia tidak boleh diam. Kami menyerukan agar Dewan HAM PBB jangan hanya jadi penonton dalam hal ini,” tegas Sarbini. “Perlu langkah tegas dan konkrit dalam menahan ambisi Israel mencaplok dan menghancurkan pemukiman Palestina di Sheikh Jarrah,” tambahnya. Menyikapi ketegangan yang terjadi di Tepi Barat, Ketua Presidium MER-C juga berharap Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden dapat membuktikan langkah kronkritnya dalam menahan aksi ilegal Israel di pemukiman Sheikh Jarrah.