MER-C Salurkan Bantuan Musim Dingin untuk Korban Gempa di Distrik Zenda Jan, Afganistan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan bantuan musim dingin untuk korban gempa di Distrik Zenda, Provinsi Herat, Afghanistan. Bantuan ini disalurkan ke empat desa yang terdampak gempa 7 Oktober 2023 paling parah, yaitu di Bidak Ishaqzai, Cheshma Tasak, Qashoqi Zoori dan Qashoqi Achakzaee. Di masing-masing desa ini MER-C menyalurkan bantuan berupa 100 helai selimut, 50 pasang sarung tangan, 50 pasang kaos kaki, 50 baju hangat anak-anak, 50 topi anak-anak, 250kg beras, 100kg kedelai, 25 bungkus minyak goreng, 50 bungkus garam dan 25 kaleng pasta tomat. Melalui penilaian lapangan yang ekstensif, konsultasi masyarakat, dan analisis data, empat desa di Distrik Zenda Jan ini diidentifikasi sebagai wilayah prioritas. Desa-desa ini dipilih berdasarkan kriteria seperti tingkat keparahan kerusakan akibat gempa bumi, kerentanan penduduk dan aksesibilitas pengiriman bantuan. Dengan berfokus pada desa-desa tertentu, upaya pemberian bantuan dan rehabilitasi ditargetkan dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan setiap komunitas. Bantuan ini disalurkan melalui Yayasan Marefat dan bekerja sama dengan Komite Pemerintah Herat yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan dukungan donor internasional untuk desa-desa di Distrik Zenda Jan yang terkena gempa.Proses pendistribusian pada tanggal 12 dan 13 Maret 2024 dipimpin oleh Sadeq Akbari, seorang pekerja kemanusiaan yang berpengalaman dalam operasi tanggap darurat. Relawan lokal dikerahkan untuk membantu pendistribusian, memastikan bahwa bantuan menjangkau setiap rumah tangga di desa sasaran. Proses pendistribusian dilakukan secara transparan dan informasi terkini diberikan secara berkala kepada pemerintah daerah dan tokoh masyarakat untuk menjaga akuntabilitas dan kepercayaan.Para pejabat pemerintah daerah menyatakan penghargaan mendalam atas bantuan yang diberikan oleh MER-C dan mengakui kontribusi dan komitmen yang teguh untuk membantu penduduk Herat yang terkena dampak. Shikh Mobasher Halimi, Ketua Komite yang mengawasi upaya bantuan gempa bumi, juga memuji dedikasi MER-C dalam mendukung mereka yang membutuhkan di Afghanistan dan menyatakan harapan untuk kolaborasi yang berkelanjutan. Para penerima bantuan juga menyampaikan apresiasi mereka atas bantuan yang diberikan, namun juga menyoroti kebutuhan tambahan, khususnya peningkatan akses terhadap sumber air dan fasilitas sanitasi seperti WC. Pada tanggal 7 Oktober 2023, gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,5 skala Richter melanda Provinsi Herat, menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa. Salah satu Distrik yang terkena dampak terparah adalah distrik Zenda Jan, dengan banyak rumah dan bangunan runtuh, menyebabkan ratusan orang sangat membutuhkan bantuan. Meskipun ada upaya bantuan awal dari berbagai organisasi dan yayasan amal, skala bencana dan kondisi musim dingin yang parah telah membuat banyak warga masih berada dalam kesusahan. Sebelumnya pada 14 Desember 2023 hingga 9 Januari 2024 lalu, MER-C juga telah mengirimkan Tim Relawan Medis ke Herat, Afghanistan untuk memberikan bantuan bagi para korban gempa.
Catatan Dr. Ben : Diplomasi Profesi

Kunjungan Asst. Professor Emal Wardak, MD, dokter spesialis orthopedi dari Rumah Sakit Wazir Akbar Khan Afghanistan ke Jakarta yang difasilitasi oleh MER-C menjadi tonggak bersejarah bagi MER-C dan Indonesia. Kita paham hari ini Afghanistan dalam kesulitan dalam semua dimensi setelah Taliban berkuasa dengan menumbangkan pemerintahan sebelumnya yang didukung oleh terutama AS dan sekutunya. Taliban mengakibatkan dampak politik dan ekonomi yang besar. Masyarakat internasional dengan koor bersama enggan mendukung Taliban. Keengganan ini berdampak negatif terutama bagi rakyat sipil. Mereka mendapat imbas dari pergolakan politik. Kita mengapresiasi sikap Indonesia yang terus mendorong masyarakat Internasional agar memperhatikan aspek kemanusiaan yang butuh uluran tangan agar tidak terjadi tragedi kemanusiaan di sana. MER-C sebagai organisasi kemanusiaan yang pernah beberapa kali mengirimkan tim medis ke sana juga mencoba memberikan sesuatu yang bisa membantu kesulitan yang dialami oleh rakyat Afghanistan. Satu hal yang menjadi fokus MER-C adalah dengan melatih dokter Afghanistan terutama bedah orthopedi yang itu memang bidang keahlian MER-C. Kedatangan Asst. Professor Emal Wardak menjadi tonggak awal untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pelatihan dokter Orthopedi Afghanistan di Jakarta.Apa yang dilakukan MER-C adalah bagian diplomasi profesi dimana diplomasi ini juga bisa meningkatkan capacity building dokter Afghanistan dalam mengasah kemampuan agar lebih baik di bidang bedah. Bagaimanapun, sektor kesehatan terdampak dari isolasi politik dan ekonomi yang berujung pada kurangnya penanganan dan pelayanan kesehatan terhadap pasien. Diplomasi profesi yang MER-C lakukan berdampak positif bagi Indonesia, artinya rakyat Indonesia hadir dikala rakyat Afghanistan dilanda kesulitan. Meski yang MER-C berikan tidak besar nilainya, tapi di mata rakyat Afghanistan menjadi sesuatu yang bernilai dan mengikat hubungan batin kedua bangsa. Jakarta, 7 Oktober 2022
MER-C kirimkan Tim Bedah bantu Rehabilitasi Korban Gempa Afghanistan: Masyarakat Afghanistan Berharap Kepedulian Jangka Panjang

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan, menyusul bencana gempa bumi dahsyat yang melanda negara ini akhir Juni lalu. Tim yang dikirimkan merupakan Tim Bedah yang terdiri dari relawan Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi, Dokter Spesialis Anestesi dan Perawat Kamar Bedah. Tim dipimpin oleh Dr. Zecky Eko Triwahyudi, SpOT., MARS dengan anggota tim Dr. Guntur Utama Putera, SpOT, Dr. Wahyu Bimantoro, SpAn dan Ebo Subaha, S.Kep. Bertolak dari Jakarta menuju Dubai pada hari Kamis/14 Juli 2022, Tim MER-C untuk rehabilitasi korban gempa Afghanistan tiba di Kabul, Ibukota Afghanistan pada hari Jum’at pagi/15 Juli 2022. Setibanya di ibukota negara yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Taliban, Tim langsung berkoordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di Kabul dan Kementerian Kesehatan Publik Afghanistan. Dalam waktu berdekatan, Afghanistan mengalami dua bencana alam besar. Di akhir bulan Juni mengalami Gempa Bumi di daerah Afghanistan Timur, kemudian pada awal Juli mengalami banjir bandang di daerah Afghanistan Tengah dan Timur. Hal ini menyebabkan Afghanistan menghadapi bencana ganda. Di kala negara tersebut tengah memerangi krisis kemanusiaan dan krisis ekonomi pasca Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun lalu yang diikuti pembekuan asetnya oleh asing/barat, serta belum adanya pengakuan resmi (de yure) terhadap otoritas Taliban di Afghanistan dari UN dan negara-negara di dunia. Bencana ini semakin memperparah kondisi negara yang sebelumnya selama hampir 40 tahun hidup di tengah perang berkepanjangan. Pembekuan asset menyebabkan Afghanistan sangat bergantung dari bantuan asing dan NGO dalam pelayanan publiknya. Berdasarkan laporan Tim, situasi di Kota Kabul cukup kondusif meski dalam 11 bulan pemerintahan otoritas Taliban sejumlah fasilitas publik tampak masih dijaga ketat oleh militer. Ketua Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan, dr. Zecky Eko Triwahyudi mengatakan Timnya telah berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan Orthopaedi dan Pusat Rujukan Orthopaedi di RS Nasional Wazir Mohammad Akbar Khan Afghanistan, dengan Prof. Emal Wardak selaku Kepala Depatemen Orthopaedi dan Traumatologi yang juga menangani korban gempa. “Sambutan hangat dari para dokter dan petugas RS terhadap kehadiran Tim Bedah MER-C. Bahkan Tim bergabung untuk turut serta melakukan operasi kasus-kasus neglected trauma di RS tersebut,” ujar Zecky. Ia juga menambahkan bahwa pihak-pihak yang ditemui MER-C di Afghanistan berharap kerjasama dengan MER-C bisa berjalan untuk jangka panjang termasuk untuk memberikan pendidikan ( training) pada tenaga medis dalam bidang pelayanan publik karena mereka sangat membutuhkan sharing ilmu terkait pelatihan peningkatan skills dan sistem pelayanan publik yang lebih baik, termasuk fellowship program untuk meningkatkan keilmuan para tenaga medis dan pelatihan dalam bidang kebencanaan ( disaster preparedness / mass casualty management ). “Beberapa sharing ilmu sudah mulai kami lakukan, seperti relawan Dokter Spesialis Anestesi kami melakukan sharing keilmuan terkait USG guided nerve block kepada Dokter-dokter Anestesi di ruang operasi RS Wazir Mohammad Akbar Khan,” lanjutnya. Dalam rangka capacity building, hari Sabtu besok/23 Juli 2022, Tim MER-C juga akan memberikan pelatihan Basic Orthopaedic Operation Preparation dan pemberian ilmu-ilmu dasar kamar operasi bagi staff perawat ruang operasi RS Wazir Mohammad Akbar Khan National Hospital. Melihat keterbatasan peralatan yang ada khususnya di ruang operasi RS Wazir Mohamad Akbar Khan National Hospital Afghanistan, Tim MER-C akan menyumbangkan set alat-alat orthopaedi dan implant. Tim juga telah menyumbangkan alat USG portable untuk anestesi blok demi melengkapi pelayanan di ruang operasi RS ini. Sementara itu, bantuan obat-obatan yang dibawa akan diserahkan oleh Tim untuk nantinya akan didistribusikan ke lokasi klinik yang paling membutuhkan di Afghanistan. Assessment Tim Bedah MER-C juga mencatat beberapa hal yang terjadi pasca bencana dan harus segera mendapatkan pemecahannya di bidang medis, yaitu malnutrisi anak dan depresi kronik yang diderita warga Afghanistan di seluruh wilayah Afghanistan, kemudian air bersih, tempat tinggal dan ancaman kolera serta infeksi virus pasca bencana alam di area terdampak. Tim Bedah MER-C dijadwalkan akan bertugas selama dua pekan. Ini adalah kunjungan MER-C ke-4 ke Afghanistan, sebelumnya pada tahun 2001 dan 2002 (sekitar 20 tahun lalu), kemudian pada Maret 2022 dan Juli 2022. Terlepas dari situasi politik dan belum diakuinya pemerintahan Taliban di Afghanistan oleh dunia Internasional, namun krisis kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Afghanistan sangat nyata dan membutuhkan perhatian serta bantuan dari masyarakat Internasional. Untuk itu, MER-C berharap dukungan dari masyarakat Indonesia agar bisa menjalankan program bantuan jangka panjang seperti yang diharapkan rakyat Afghanistan khususnya dalam bidang medis. Kami juga mengajak elemen bangsa lainnya untuk ikut terlibat membantu masyarakat Afghanistan bangkit dari krisis kemanusiaan ini. Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan:Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8918Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 22 Juli 2022
Afghanistan Diguncang Gempa Dahsyat, MER-C akan Kirim Tim Bedah

Siaran Pers Bencana gempa bumi dahsyat mengguncang Afghanistan, Rabu/22 Juni 2022. Gempa berkekuatan M 6,1 terjadi sekitar 44 kilometer (27 mil) dari kota Khost, yang terletak di dekat perbatasan Afgahnsitan dengan Pakistan. Gempa terjadi dini hari waktu setempat ketika warga sedang tertidur sehingga banyak yang tidak dapat menyelamatkan diri. Data sementara menyatakan sedikitnya 1.000 orang meninggal dunia dan 1.500 lainnya mengalami luka-luka. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring masih terus dilakukan pencarian korban yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah-rumah mereka. Gempa bumi menyebabkan Afghanistan saat ini menghadapi bencana ganda. Di kala negara tersebut tengah memerangi krisis kemanusiaan dan ekonomi terburuk pasca Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun lalu yang diikuti pembekuan semua assetnya oleh asing, bencana gempa bumi semakin memperparah kondisi Afghanistan. MER-C sebagai Lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam akan mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan. Sesuai dengan karakteristik bencana gempa bumi, maka Tim yang disiapkan oleh MER-C adalah Tim Bedah. Tim akan terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi, Dokter Umum dan Perawat. Tim ini diharapkan dapat berangkat dalam waktu dekat ke Afghanistan untuk bisa segera memberikan pertolongan para korban. MER-C juga meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia agar mengirimkan Tim Kesehatan Gabungan ke Afghanistan yang terdiri dari sipil dan aparat yang dikomandoi oleh TNI. Hal ini sebagaimana yang pernah dilakukan RI saat terjadi gempa besar di Bam – Iran pada tahun 2004 silam. Saat itu Pemerintah mengirimkankan bantuan Tim Kesehatan Gabungan, dimana dua dokter MER-C ikut bertugas dalam Tim tersebut. Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan:BSI ex BSM, No. Rek. 701.565.8918Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 24 Juni 2022 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua PresidiumMER-C Indonesia
Dubes RI untuk Afghanistan: Saya berharap MER-C Bisa Berperan Lebih Aktif Pasca Perang

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Afghanistan Dr. Ir. Arief Rachman, MM., MBA menyampaikan harapannya agar Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang sudah memulai di Afghanistan saat perang dulu, kini bisa berperan lebih aktif pasca perang. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Tim MER-C di kediamannya, 5 September 2021. “Terima kasih, suatu kehormatan berjumpa lagi dengan MER-C setelah hampir 20 tahun lalu kita berpisah di Pakistan. Saya termasuk senang pada waktu itu, karena kedatangan MER-C di daerah tugas saya di Pakistan dan saya sempat melepas MER-C saat di Pakistan,” ungkap Duta Besar RI untuk Afghanistan, Arief Rachman. “Saya berharap MER-C yang sebelumnya dulu sudah pernah memulai di Afghanistan saat perangnya, saat ini pasca perang harus lebih aktif, karena tentunya banyak bicara tentang rekonsiliasi pasca perang apalagi kaitannya dengan orang sakit, korban yang tentunya banyak dan memerlukan pemeliharaan ke depan,” tambahnya. Dalam kesempatan kunjungan silaturahim tersebut, Tim MER-C terdiri dari dr. Sarbini Abdul Murad selaku Ketua Presidium dan dr. Henry Hidayatullah selaku Presidium, keduanya merupakan relawan yang pernah bertugas dalam misi kemansnuiaan ke Afghanistan pada tahun 2001 dan 2002 silam, serta dr. Zackya Yahya, SpOk dan Rima Manzanaris (Manajer Operasional MER-C). Kepada Duta Besar RI untuk Afghanistan, Ketua Presidium MER-C menyampaikan rencana MER-C ke depan untuk Afghanistan apabila sudah terbentuk pemerintahan yang efektif di sana. Sebagai lembaga sosial kegawatdaruratan medis, MER-C akan berfokus membantu pada bidang kesehatan berupa pembangunan klinik atau Rumah Sakit Indonesia di Afghanistan. “MER-C pernah diminta oleh Afghanistan untuk membangun sarana kesehatan di sana, setelah mereka melihat kami membangun RS Indonesia di Gaza, Palestina,” ujar Sarbini. “Alm. Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT dan Tim MER-C pernah bertemu Menlu Afghanistan dan membahas mengenai hal ini,” ucapnya. Menanggapi hal ini, Duta Besar RI untuk Afghanistan menyampaikan dukungannya kepada MER-C dalam melakukan second track diplomacy di Afghanistan. Ia juga yakin MER-C mempunyai kemampuan untuk mengubah tantangan menjadi peluang, apalagi kesehatan sangat diperlukan. “Untuk ke depan tentunya Afghanistan ini menarik buat semuanya. Tantangan-tantangan yang ada mesti disikapi untuk menjadi peluang. Salah satunya MER-C punya kemampuan untuk mengubah tantangan itu menjadi peluang, untuk menjadi satu peran atau kiprah Indonesia di Afghanistan. Kalau secara diplomasi ini disebut sebagai second track. Tidak hanya pemerintah, tapi semua pihak bisa mengambil bagian, agar diplomasi yang sudah menjadi amanat konstitusi kita betul-betul terus berkembang. Dan itu menjadi bagian dari kita sebagai bangsa Indonesia, sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya. Duta Besar Arief Rachman menambahkan pasca perang tentunya korban-korban ada yang penyelesaiannya butuh waktu satu bulan, tiga bulan bahkan mungkin tahunan. Dan apabila MER-C membangun rumah sakit adalah yang paling tepat di daerah-daerah yang belum ada RS, sehingga peluang untuk ikut dalam kemanfaatan apalagi kesehatan bisa lebih besar. Ia berharap agar semua upaya dapat dilakukan semaksimal mungkin sehingga dapat bermanfaat bagi masa depan yang berikutnya di Afghanistan.