Apa yang dilakukan peserta selama mengikuti EMT Induction Training & Simulation Exercise?

Jakarta, Setelah dua hari mendapatkan sejumlah materi, diskusi, dan praktik keterampilan dasar Emergency Medical Team, hari ketiga menjadi fase penerapan melalui skenario Gempa Palu. Peserta menyusun struktur tim, menentukan team leader, membagi peran medis, logistik, WASH, liaison officer, dan security, serta merancang strategi agar tim siap diterjunkan ke lokasi terdampak. Dalam simulasi, peserta secara tim berkoordinasi untuk mengatur kebutuhan logistik, merancang alur rumah sakit lapangan, melakukan triase, dan menangani korban yang datang silih berganti. Proses ini menunjukkan bahwa materi yang diberikan dapat diserap dan diterapkan melalui koordinasi, komunikasi, serta kerja sama tim yang semakin terbentuk. Pelatihan ini menjadi ruang penting untuk mengubah knowledge menjadi skill—dari pemahaman di kelas menjadi kesiapan bertindak di lapangan. Mari terus membangun kesiapsiagaan dan kolaborasi, karena tim yang terlatih hari ini dapat menjadi harapan dalam situasi darurat esok hari. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaVPzlKPOau/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #togetherwelearnsomethinguseful #relawanmerc #tim_emt_merc

EMT MER-C dan FKUI akan Gelar EMT Induction Training & Simulation Exercise

🚨 FIRST ANNOUNCEMENT 🚨 EMT Induction Training & Simulation Exercise A collaborative training between MER-C Indonesia, Universitas Indonesia Emergency Medicine Specialist Programme, and MER-C Training Center. This program is designed to strengthen the readiness, leadership, teamwork, and emergency response capacity of Emergency Medical Team (EMT) personnel through intensive training and field simulation exercises. Participants of this program consist of MER-C Indonesia volunteers and Emergency Medicine Resident from Faculty of Medicine Universitas Indonesia. 📍 Buperta Cibubur 📅 June 19–21, 2026 Together, We Learn Something Useful. #EMT #SimulationExercise #EmergencyMedicalTeam #DisasterManagement ____________________________________________________ EMT MER-C dan FKUI akan Gelar EMT Induction Training & Simulation Exercise Jakarta – Emergency Medical Team MER-C Indonesia berkolaborasi dengan Program Studi Spesialis Pendidikan Kedokteran Emergensi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) serta MER-C Training Center, akan menggelar kegiatan EMT Induction Training & Simulation Exercise pada 19–21 Juni 2026 di Buperta Cibubur. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan, kepemimpinan, serta kemampuan kerja tim para relawan MER-C dan dokter residen Spesialis Pendidikan Kedokteran Emergensi FKUI dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan dan bencana. Program pelatihan EMT ini akan menghadirkan berbagai materi, mulai dari kreativitas pembangunan tim EMT, siklus penugasan dan mekanisme aktivasi EMT, hingga pengenalan peralatan dan perlengkapan penugasan lapangan. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan fisik dan manajemen stres, strategi negosiasi tata letak pusat EMT, standar kesehatan, serta Bantuan Hidup Dasar (BLS/RJP). Materi lainnya mencakup pemasangan bidai dan perban, transportasi dan evakuasi korban, triase korban bencana dan manajemen korban massal, termasuk penilaian kesehatan cepat (Rapid Health Assessment/RHA), triase bencana, dan identifikasi korban bencana (Disaster Victim Identification/DVI). Pelatihan juga dilengkapi dengan praktik penyelamatan air, prinsip dan etika kemanusiaan, serta prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi untuk mendukung kesiapan peserta dalam penugasan medis emergensi di lapangan. Bagi Anda yang ingin mengikuti pelatihan ini dapat melakukan pendaftaran melalui kontak 0812 8444 7594 atau melalui Instagram @merctrainingcenter. Selengkapnya di link ini

Ketua Divisi EMT MER-C Penuhi Undangan sebagai Fasilitator Public Health Emergency Training

Ketua Divisi Emergency Rescue Committee (EMT) MER-C Indonesia dr. Arief Rachman, SpRad., memenuhi undangan sebagai Fasilitator dalam Public Health Emergency Training, yang diselenggarakan oleh National Critical Care and Trauma Response Center (NCCTRC) Australia bekerja sama dengan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (RIDU), pada 11-12 Desember 2024 di Kampus Unhan, Bogor, Indonesia. Dalam kesempatan itu, dr. Arief menyampaikan materi terkait proses dan perkembangan Emergency Medical Team di Indonesia, serta mencontohkan aktivitas EMT di bidang bencana, krisis dan public health emergency (PHE).  Selain dr. Arief, turut hadir pada acara tersebut, memenuhi undangan sebagai Observer, yaitu Ketua Presidium MER-C, DR. dr. Hadiki HAbib, SpPD., SpEm. Rektor Unhan RI Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Jonni Mahroza, S.I.P., M.A., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kolaborasi strategis ini, yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam menghadapi berbagai situasi darurat kesehatan.  “Kerja sama ini tidak hanya bertujuan memperkuat kesiapan dan respons Indonesia terhadap ancaman kesehatan publik, tetapi juga menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Australia dalam membangun ketahanan kesehatan global yang berkelanjutan,” ujarnya.  Rektor Unhan RI juga menekankan pentingnya kemitraan internasional yang solid, di mana pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan sistem kesehatan yang tangguh. Dengan saling mendukung dan berbagi wawasan, kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global. Program pelatihan ini sendiri dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan penting akan peningkatan kesiapan dan kapasitas operasional dalam mengelola keadaan darurat kesehatan masyarakat, dengan penekanan kuat pada latihan simulasi, lokakarya pengembangan keterampilan, dan sesi berbagi pengetahuan, dengan tujuan mendorong kolaborasi dan inovasi di antara para ahli dan praktisi dari berbagai sektor. Peserta yang hadir belajar tentang regulasi kesehatan internasional, agenda keamanan kesehatan global, dan sistem darurat kesehatan Indonesia, dengan fokus pada pengembangan kemampuan koordinasi dan komunikasi dalam penanganan darurat kesehatan.

MER-C Training Center Resmi Diluncurkan

MER-C Training Center (MTC) yang bergerak di bidang pelatihan kegawatdaruratan medis dan keahlian medis lainnya resmi disahkan sebagai PT Medika Tunas Cendikia. Pelaksanaan syukuran digelar di Jakarta pada tanggal 4 Februari 2024. PT MTC yang merupakan bagian dari Yayasan MER-C menawarkan berbagai pelatihan diantaranya; Basic Life Support (BLS) untuk Awam maupun Medis, Basic Trauma & Cardiac Life Support, Surgical Skill (BSS), Basic and Advance Skills Lab, dan Mass Casualties Incident Training. Namun tidak hanya pelatihan, MTC juga akan menggelar berbagai seminar kesehatan dan workshop, Tidak terbatas di Jakarta namun di seluruh daerah di Indonesia. Acara syukuran ini dihadiri oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, Presidium MER-C dr Yogi Prabowo, SpOT., Ketua Yayasan MER-C dr. Muhammad Reza Saputra, Sp.OT., Direktur Utama MTC dr. Naenda Stasya, MARS., jajaran Direksi MTC, Relawan MER-C dan para undangan. “Pada hari ini kita mengucapkan syukur kepada Allah, karena detik ini MTC telah bisa menunjukkan satu kiprah awalnya dan insyaallah kedepan bisa lebih berkembang dan lebih maju,” kata Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dalam sambutannya di peresmian MTC. “Saya berpesan, terkadang sesuatu yang kita rancang tidak selalu seindah yang kita harapkan. Untuk itu butuh perjuangan. Maka harapan saya teman-teman di MTC bisa bekerja sama dengan baik, menjalin komunikasi dengan stakeholder-stakeholder yang lain, apabila ada masalah bisa didiskusikan secara transparan sehingga tidak menghambat bidang kerja bisnis dan lainnya. Jadi kita saling mendukung,” tuturnya. Ketua Yayasan MER-C dalam kesempatan itu menyampaikan harapannya, semua relawan dapat berjuang bersama dengan semakin banyak kolaborasi yang dilakukan, maka semakin bersatu untuk membangun MER-C semakin besar. “Kita berjuang bersama. Semakin banyak SDM kita semakin banyak kita melakukan kolaborasi, bukan semakin berpecah tapi semakin bersatu membangun MER-C supaya semakin besar. Diharapkan MTC ini dapat mengemban amanat tersebut,” kata dr. Reza.Direktur Utama MTC dalam sambutannya mengatakan, MTC merupakan underbow MER-C. MTC menjadi berbeda dari lembaga pelatihan lainnya karena memiliki keunggulan pada SDM Pelatihnya yang juga merupakan relawan MER-C yang telah berpengalaman di wilayah perang, konflik maupun bencana alam. “Alhamdulillah dua hari ini pada tanggal 3 dan 4 Februari pihak manajemen MTC telah melaksanakan rapat kerja yang juga dihadiri perwakilan kantor yang ada di Yogyakarta dan Medan.Kami menargetkan tahun ini sudah bisa menjalankan 11 program,” ungkapnya. Ia mengatakan, Visi MTC adalah menjadi Lembaga Pelatihan Kesehatan dengan keunggulan kegawatdaruratan dan managemen bencana yang diakui baik tingkat nasional maupun internasional di tahun 2029. “Mohon doa restu dan juga support. Mungkin masih banyak hal yang luput atau belum terlintas dalam pemikiran kami. Oleh karena itu, dengan senang hati kami tunggu saran yang konstruktif untuk kemajuan MTC,“ pungkasnya.

ILUNI FKUI 98 Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana Bersama MER-C Training Center

Cibubur, MINA – Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Kedokteran (ILUNI FKUI 1998) bersama MER-C Training Center (MTC) menggelar simulasi penanggulangan bencana yang berlangsung selama dua hari, 28-29 Januari 2023, di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata, Cibubur. Peserta dari pelatihan simulasi penanggulangan bencana ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia berjumlah 30 orang. Mewakili Dekan FKUI dr. Wismandari Wisnu, dr. Danang Tri Wahyudi mengatakan pihaknya ingin pelatihan ini bisa dikembangan terutama di FKUI sebagai suatu amal bakti almamater untuk berbuat sesuatu yang berguna bagi bangsa dan negara. “Semoga apa yang kami lakukan di sini dengan pelatihan ini dapat memberikan pengalaman dan juga memberikan sesuatu hal yang baru bagi adik-adik peserta sekalian,” ujarnya. Ketua ILUNI FKUI 98 dr. Wawan Mulyawan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas inisiasi simulasi penanggulangan bencana ini. “Kami dari Alumni FKUI 98 mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, Tentu kita bersyukur semuanya bisa berjalan lancar sampai hari ini,” ujar Wawan. “Mudah-mudahan ini bukan yang pertama dan yang terakhir kita mengadakan kegiatan ini, terimakasih kepada ILUNI 98 yang sudah menginisiasi,” tambahnya. Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Lies Dina Liastuti, yang turut hadir dalam pelatihan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini dan berharap kedepannya bukan hanya FKUI, tapi pelatihan juga digelar bagi rumah sakit-rumah sakit yang biasa menangani bencana di setiap provinsi. “Kita harus punya kader-kader yang memberikan bakti untuk menolong demi kemanusiaan bukan hanya bekerja sebagai dokter dan nakes biasa. Peduli pada kesulitan yang terjadi di masyarakat khususnya di Indonesia karena bencana tidak akan kita duga kapan terjadi dan di mana terjadi tapi kita harus tetap andil dan kita harus punya skill,” kata Lies. Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Pusat Krisi Kementrian Kesehatan Dr. Sumarjaya yang mengucapkan terima kasih ILUNI FKUI bersama MER-C yang telah mengadakan pelatihan simulasi penanggulangan bencana bidang kesehatan. “Ini bagus sekali semangatnya sama dengan program tenaga cadangan Kesehatan yang menjadi program proritas Kementrian Kesehatan melalu pilar ketiga transformasi system ketahanan pusat,” kata Sumarjaya. Ia berharap tiga puluh orang peserta yang mengikuti pelatihan ini nantinya bisa masuk ke dalam program tenaga cadangan kesehatan. Berdasarkan pengalaman-pengalaman yang dimiliki MER-C, maka MER-C menyelenggarakan program pelatihan medis dengan wadah MER-C Training Center (MTC). MTC merupakan bagian dari Yayasan MER-C yang bergerak di bidang pelatihan kegawatdaruratan medis dan keahlian medis lainnya.(L/R7/R1)

MER-C Training Center Mengadakan Pelatihan di Stikes PHI

MER-C Training Center (MTC) mengadakan pelatihan Basic Surgical Skill and Sirkumsisi di Stikes Husada Persada Indonesia (Stikes PHI). Pelatihan ini merupakan program tahunan yang rutin diadakan untuk mengasah keahlian pada mahasiswanya. Antusias peserta sangat terlihat jelas pada saat pemberian materi dan praktek dengan menggunakan manekin. MER-C Training Center (MTC). MER-C training Center merupakan bagian dari Yayasan MER-C yang bergerak dibidang pelatihan kegawatdaruratan medis dan keahlian medis lainnya. Info :Website : www.mer-c.orgMTC Center : 0812 8444 7594FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesiaTwitter : @mercindonesia #together_we_learn_something_useful

Silahkan Bertanya